Rabu, Januari 21, 2026
26.5 C
Jakarta

Wall Street Ditutup Bervariasi: Dow Jones Melonjak 221 Poin, Nasdaq Malah Terpuruk!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan hari Selasa (14/1/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (15/1/2025) WIB.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 221,16 poin atau 0,52% menjadi 42.518,28. Indeks S&P 500 (SPX) mencatat penguatan kecil sekitar 6,69 poin atau 0,11% mencapai 5.842,91. Sementara itu, Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melemah tipis 43,71 poin atau 0,23% ke posisi 19.044,39.

Lonjakan Dow Jones terjadi setelah laporan inflasi grosir yang dirilis lebih ringan dari perkiraan. Data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan indeks harga produsen (PPI) hanya naik 0,2% pada Desember, lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 0,4%. PPI inti, yang tidak memasukkan makanan dan energi, bahkan tercatat stabil. “Data ini memberikan angin segar bagi pasar saham,” kata Sam Stovall, Chief Investment Strategist di CFRA Research.

Meski begitu, saham teknologi menekan Nasdaq. Nvidia turun 1,1%, sedangkan Meta Platforms merosot 2,3%. Di sisi lain, sektor utilitas, keuangan, dan material mencatat kenaikan lebih dari 1%, menjadi penyeimbang di tengah tekanan sektor teknologi.

ETF perbankan regional seperti SPDR S&P Regional Bank ETF (KRE) dan SPDR S&P Bank ETF (KBE) mencatat lonjakan masing-masing 3%. Ini menunjukkan optimisme di sektor keuangan.

Fokus pasar kini beralih ke laporan indeks harga konsumen (CPI) yang akan dirilis Rabu. Data ini menjadi penentu arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) ke depan. Ekonom memprediksi CPI utama naik 0,3% pada Desember. “Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, The Fed mungkin akan lebih lambat menurunkan suku bunga,” tambah Stovall.

Futures dana Fed menunjukkan probabilitas hampir pasti bahwa suku bunga akan tetap berada di kisaran 4,25%-4,5% dalam pertemuan mendatang. Bahkan, peluang suku bunga tetap pada level ini hingga Maret mencapai 77,9%.

Sementara itu, pekan ini akan dimulai musim laporan keuangan kuartal IV. Perbankan besar seperti JPMorgan Chase, Citigroup, Goldman Sachs, dan Wells Fargo akan melaporkan kinerja mereka pada Rabu, disusul Morgan Stanley dan Bank of America pada Kamis.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Ancam Tarif NATO Demi Greenland, Wall Street Alami Hari Terburuk Sejak Oktober

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Perang Dagang Trump Picu Aksi Jual, Bursa Saham Eropa Berakhir Memerah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Ambisi Trump Beli Greenland Bikin Bursa Eropa Kebakaran, Saham Mewah dan Otomotif Rontok

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak memerah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru