back to top

Harga Minyak Naik Tipis, tapi Masih Merosot Tiga Pekan Beruntun Akibat Ketakutan soal Tarif

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat (7/2/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (8/2/2025) WIB. Namun, harga komoditas ini masih mencatat penurunan untuk minggu ketiga berturut-turut. Investor khawatir ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump bisa memperburuk perang dagang dengan China dan negara lainnya.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,55% menjadi US$71 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent, naik 0,5% mencapai US$74,66 per barel di London ICE Futures Exchange.

Namun, secara mingguan, Brent turun hampir 3%, sementara WTI melemah sekitar 2%.

Pasar sempat bergairah setelah AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran. Departemen Keuangan AS mengumumkan pembatasan terhadap individu dan kapal tanker yang mengirim jutaan barel minyak Iran ke China.

Michael Haigh, Kepala Riset Komoditas di Societe Generale, menilai pasar sangat serius menanggapi kebijakan AS terhadap Iran. “Kami bahkan memperkirakan ekspor minyak Iran bisa terpangkas setengahnya,” ujarnya.

Namun, ancaman tarif dari Trump menjadi sentimen negatif bagi harga minyak. Kebijakan ini memicu ketidakpastian global dan bisa menekan permintaan minyak dunia.

Trump sebelumnya mengumumkan tarif 10% untuk impor dari China. Meski begitu, rencana tarif tinggi untuk Meksiko dan Kanada masih ditangguhkan.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari meningkatnya stok minyak mentah AS. Laporan terbaru menunjukkan kenaikan persediaan jauh lebih besar dari perkiraan. Selain itu, permintaan melemah karena banyak kilang masih dalam tahap pemeliharaan.

Analis dari BMI menyebut kekhawatiran perang dagang telah membuat pasar minyak tertekan. Dampaknya, permintaan global bisa melemah dan menyeret harga minyak lebih dalam.

Meskipun ada faktor pendukung seperti sanksi terhadap Iran, ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang masih membayangi prospek harga minyak ke depan. Pasar kini menunggu kebijakan selanjutnya dari Trump dan pergerakan stok minyak di AS.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dunia Ketar-ketir, Harga Minyak Terancam Tembus USD100 Usai Serangan Militer ke Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO)– Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel...

Menanti Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran, Harga Emas Dunia Bergerak Stabil

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Perundingan Nuklir AS-Iran Diperpanjang, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia turun tipis sekitar...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru