Bursa Saham Asia Naik, Sentimen dari China dan Australia Bikin Pasar Bergairah!

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Selasa sore (20/5/2025) waktu setempat. Sentimen positif datang dari langkah China yang memangkas suku bunga acuannya, serta keputusan bank sentral Australia yang ikut melonggarkan kebijakan moneternya.

Mengutip CNBC International, Bank Sentral China atau People’s Bank of China (PBOC) memangkas suku bunga pinjaman (loan prime rate) untuk tenor 1 tahun sebesar 10 basis poin menjadi 3,0% dari sebelumnya 3,1%. Sementara itu, suku bunga LPR tenor 5 tahun diturunkan dari 3,6% menjadi 3,5%.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Beijing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tengah menghadapi tekanan akibat ketegangan perdagangan global.

Indeks Hang Seng di Hong Kong langsung merespons positif dengan kenaikan 1,49% ke level 23.681,48. Di China daratan, indeks CSI 300 ikut naik 0,57% dan ditutup di posisi 3.899,37.

Sementara itu, di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,08% ke level 37.529,49. Indeks Topix pun menambah 0,02% ke angka 2.738,83.

Bursa Korea Selatan relatif stagnan. Indeks Kospi ditutup nyaris datar di level 2.601,8. Namun, indeks saham teknologi Kosdaq naik 0,25% ke posisi 715,55.

Pasar Australia juga menunjukkan penguatan. Indeks S&P/ASX 200 tercatat naik 0,58% dan berakhir di level 8.343,3.

Sentimen positif dari Negeri Kangguru datang setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%. Ini adalah level terendah sejak Mei 2023.

Inflasi Australia yang terus melandai memberikan ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. Pada kuartal I 2025, inflasi utama tercatat hanya 2,4%, terendah dalam empat tahun terakhir.

“Prioritas utama kami adalah menurunkan inflasi ke kisaran target 2% hingga 3% secara berkelanjutan dalam waktu yang wajar,” ujar RBA dalam pernyataan kebijakan moneternya.

Di tengah euforia pasar, perhatian investor juga tertuju pada debut saham Contemporary Amperex Technology. Raksasa baterai asal China ini langsung melonjak lebih dari 11% saat pertama kali diperdagangkan di Bursa Hong Kong.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Inflasi AS Tembus 3,8% di April 2026, The Fed Makin Sulit Pangkas Suku Bunga

STOCKWATCH.ID (Washington) – Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat...

Menanti Rilis Data Inflasi April, Indeks Futures Wall Street Bergerak Tipis

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

S&P 500 Cetak Rekor Baru di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru