back to top

Perusahaan Hongkong (Allied Hill Limited) Caplok 92,42% Saham INRU, Ini Tujuannya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  Allied Hill Limited., sebuah perusahaan holding investasi yang berbasisi di Hong Kong telah mengambilalih  1.283.649.894 unit atau setara 92,42% saham disetor PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) yang sebanyak 1.388.883.833 unit.

Anwar Lawden, Corporate Secretary INRU dalam laporan keterbukaan informasi ke BEI, Selasa (10/6/2025), tujuan Allied Hill Limited mengambilalih saham INRU adalah untuk investasi dan pengembangan bisnis. Setelah penyelesaian transaksi tersebut, Allied Hill Limited akan menjadi pengendali baru emiten kertas INRU.

Namun, Anwar tidak menjelaskan, nilai transaksi akuisisi saham INRU tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa jumlah seluruh saham yang diambilalih oleh Allied Hill Limited adalah sebanyak 1.283.649.894 lembar atau sekitar 92,42%.

Mengutip laporan keuangan INRU per Maret 2025, pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: Pinnacle Company Pte. Ltd sebesar 1.283.649.894 unit atau 92,42%, dan masyarakat sebanyak 105.233.389 unit atau 7,58% saham.

Perlu diketahui, pada hari ini, Selasa (10/6/2025) Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) di seluruh pasar.

Saham INRU disuspensi sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifika. Penghentian sementara perdagangan  saham INRU sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut.

Sekedar informasi, INRU bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan bubur kertas, bahan kimia dasar, produk kayu, serta pengembangan konsesi hutan tanaman industri.

Perusahaan ini didirikan pada bulan April 1983, di Medan, Sumatera Utara dan mulai beroperasi komersial pada bulan April 1989. INRU melakukan IPO pada Juni 1990. Produk INRU dipasarkan di dalam negeri dan internasional (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Setahun Danantara, Saham BUMN Melonjak Dipimpin TINS dan Krakatau Steel!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara...

IHSG Sesi I Turun 0,81% ke 8.255,183 Dipicu Saham BUMI, DEWA, BBCA, BBRI dan TLKM

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

RMK Energy (RMKE) Rilis Obligasi Rp600 Miliar, Bunga 7,75%-8,25% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hari ini, Kamis 26 Februari 2026,  Obligasi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru