Sabtu, November 29, 2025
32.4 C
Jakarta

Trump Tunda Kenaikan Tarif Impor China, Pasar Tahan Napas 90 Hari Lagi

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda kenaikan tarif tinggi terhadap barang impor asal China selama 90 hari. Keputusan ini disampaikan oleh seorang pejabat Gedung Putih kepada CNBC.

Mengutip CNBC International, tarif yang semula akan kembali diberlakukan pada Selasa ini, mundur sampai pertengahan November. Trump menandatangani perintah eksekutif hanya beberapa jam sebelum masa jeda tarif tersebut berakhir.

Penundaan ini sudah diperkirakan setelah pembicaraan antara negosiator perdagangan AS dan China berlangsung di Stockholm pada akhir Juli lalu.

Jika tenggat waktu tidak diperpanjang, tarif impor China akan kembali ke tingkat tertinggi pada April lalu, saat perang tarif antara dua negara ekonomi terbesar dunia memuncak.

Saat itu, Trump menaikkan tarif impor China hingga 145%. China membalas dengan tarif 125% untuk barang-barang AS.

Namun pada Mei, setelah pertemuan di Jenewa, kedua negara sepakat menangguhkan sebagian besar tarif tersebut. AS menurunkan tarifnya menjadi 30%, sedangkan China menurunkan tarif menjadi 10%.

Perpanjangan jeda tarif kali ini memperlihatkan kebijakan tarif Trump yang sering berubah-ubah tanpa pemberitahuan panjang. Hal ini membuat kebijakan perdagangan AS sulit diprediksi oleh pelaku usaha.

Trump sebelumnya pernah mengumumkan tarif tinggi untuk negara atau sektor tertentu, lalu menyesuaikan, mengurangi, atau menunda penerapannya dalam hitungan hari atau minggu.

Misalnya, tarif “resiprokal” yang diperkenalkan awal April lalu sempat ditunda dan diubah beberapa kali sebelum akhirnya diberlakukan dalam bentuk berbeda pekan lalu.

Pada Minggu lalu, Trump juga menulis di media sosial Truth Social, meminta China untuk “segera melipatgandakan pembelian kedelai AS hingga empat kali lipat.”

Ia menambahkan, “Ini juga cara yang signifikan untuk mengurangi defisit perdagangan China dengan AS.”

Harga kedelai di Chicago naik pada Senin. Namun belum jelas apakah China menyetujui permintaan Trump untuk menambah pembelian kedelai sebagai respons dari postingan tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Libur Thanksgiving, Investor Siap “Gaspol” Besok Pagi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street tutup...

Isu Akuisisi Bikin Saham Puma Terbang 18%, Bursa Eropa Selamat dari Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Full Senyum! Bursa Asia Kompak Menghijau, Investor India Panen Besar

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik berakhir menguat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru