STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas perdagangan saham yang tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada tiga emiten sekaligus. Ketiga saham itu adalah PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), dan PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan pengumuman UMA tidak otomatis berarti ada pelanggaran peraturan pasar modal. “Kami mencermati perkembangan pola transaksi saham ini dan meminta investor berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di laman Bursa, dikutip Kamis, 18 September 2025.
Yulianto menambahkan, investor perlu memperhatikan jawaban perusahaan atas konfirmasi BEI. Selain itu, mereka harus mencermati kinerja dan keterbukaan informasi, meninjau rencana corporate action yang belum disetujui RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum memutuskan investasi. Langkah BEI bertujuan melindungi investor sekaligus menjaga perdagangan saham tetap sehat dan transparan.
Saham SMLE mengalami lonjakan harga tidak wajar. Informasi terakhir perusahaan tercatat per 9 September 2025 melalui laporan bulanan registrasi pemegang efek. BEI sebelumnya juga mengumumkan UMA untuk SMLE pada 15 Oktober 2024. Saham BLUE menunjukkan pola serupa dengan lonjakan harga di luar kebiasaan. Data terakhir perusahaan tercatat per 8 September 2025. Sedangkan saham FUJI juga mengalami UMA, dengan laporan kepemilikan saham terakhir per 16 September 2025. BEI sebelumnya mencatat UMA untuk FUJI pada 4 Desember 2024.
Pada perdagangan Rabu, 17 September 2025, saham SMLE ditutup di Rp256 per lembar, naik Rp28 atau 12,28% dibanding Rp228 sebelumnya. Saham dibuka di Rp260, menyentuh tertinggi Rp282 dan terendah Rp240. Volume perdagangan tercatat 104,41 juta lembar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp596,01 miliar.
Saham BLUE juga melonjak tajam. Penutupan berada di Rp535 per lembar, naik Rp105 atau 24,42% dari Rp430 sebelumnya. Harga dibuka di Rp434, tertinggi Rp535 dan terendah Rp434. Volume perdagangan tercatat 4,76 juta lembar, dengan kapitalisasi pasar Rp223,63 miliar.
Saham FUJI naik Rp90 atau 17,48% menjadi Rp605 per lembar. Saham dibuka di Rp515, sempat menyentuh tertinggi Rp630 dan terendah Rp490. Volume transaksi tercatat 47,39 juta lembar, dengan kapitalisasi pasar Rp786,5 miliar.
