back to top

Demi Lindungi Investor, BEI Suspensi 5 Saham Sekaligus Usai Lonjakan Harga Fantastis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan lima saham pada Jumat, 26 September 2025. Keputusan ini diambil setelah harga saham-saham tersebut naik signifikan dalam waktu singkat.

Saham yang terkena suspensi antara lain PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) beserta Waran Seri I (MEJA-W).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan keputusan ini dilakukan untuk melindungi investor. “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 26 September 2025 sampai dengan pengumuman lebih lanjut,” tulis Yulianto dalam keterbukaan informasi di laman Bursa, dikutip Jumat (26/9/2025).

Suspensi atas saham FUTR dan GPSO berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I. Hal serupa juga diterapkan pada saham GTRA dan RISE sebagai langkah cooling down agar investor memiliki waktu mempertimbangkan keputusan investasi.

Untuk saham MEJA, BEI menghentikan perdagangan tidak hanya di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, tetapi juga mencakup Waran Seri I (MEJA-W) di seluruh pasar.

BEI menegaskan langkah ini dilakukan semata-mata demi perlindungan investor. Para pelaku pasar diminta memperhatikan setiap keterbukaan informasi dari emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Harga Saham

Saham FUTR kembali mencetak lonjakan pada perdagangan Kamis, 25 September 2025. Harga ditutup di Rp500 per saham, naik 25% dari penutupan sehari sebelumnya di Rp400.

Sejak dibuka di Rp400, saham FUTR terus menguat hingga menyentuh level tertinggi harian Rp500. Harga terendah sempat berada di Rp394 dengan volume transaksi 519,55 juta lembar.

Kenaikan ini membawa FUTR mencetak rekor tertinggi tahun 2025 di Rp500. Sebelumnya, harga terendah sempat jatuh ke Rp52 pada 24 Juli 2025. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan saham FUTR berada di kisaran Rp50 hingga Rp500.

Dengan penutupan terbaru, kapitalisasi pasar FUTR menembus Rp3,31 triliun. Angka ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek emiten yang belakangan ramai diperhatikan di bursa.

Saham GPSO juga melonjak pada perdagangan Kamis. Harga ditutup di Rp880 per saham, naik 16,56% atau 125 poin dibanding sehari sebelumnya di Rp755.

Saham GPSO sempat dibuka di Rp930 per saham. Sepanjang hari, pergerakan berada di rentang Rp780 hingga Rp930 dengan volume transaksi 28,05 juta lembar.

Harga saham GPSO tahun ini bergerak fluktuatif. Level tertinggi sempat tercatat Rp1.105 pada 2 Januari 2025, sementara terendah jatuh ke Rp252 pada 1 September 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak antara Rp103 hingga Rp1.450.

Dengan harga saat ini, kapitalisasi pasar GPSO berada di kisaran Rp586,73 miliar.

Saham GTRA juga ikut meroket pada Kamis. Harga ditutup di Rp330 per saham, naik 17,86% atau Rp50 dari penutupan sebelumnya di Rp280.

Saham GTRA sempat dibuka di Rp320 dan bergerak di kisaran Rp302 hingga Rp344. Volume transaksi mencapai 42,29 juta lembar.

Kenaikan ini membawa GTRA ke level tertinggi tahun 2025 di Rp330. Sebelumnya, harga terendah tahun ini tercatat Rp87 pada 9 April 2025. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan saham berada di rentang Rp82 hingga Rp344.

Kapitalisasi pasar GTRA kini tercatat sekitar Rp625,14 miliar.

Saham RISE juga mencatat kenaikan tajam pada Kamis. Harga ditutup di Rp2.780 per saham, naik Rp550 atau 24,66% dari Rp2.230 sehari sebelumnya.

Sepanjang perdagangan, saham RISE tidak bergerak. Harga pembukaan, tertinggi, dan terendah sama-sama tercatat Rp2.780 dengan volume transaksi hanya 2.400 lembar.

Lonjakan ini membuat RISE menyentuh rekor tertinggi sepanjang 2025 di Rp2.780. Sebelumnya, harga terendah berada di Rp990 pada 11 Maret 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham RISE bergerak di kisaran Rp935 hingga Rp2.780.

Dengan kenaikan ini, kapitalisasi pasar RISE mencapai Rp30,42 triliun.

Saham MEJA juga menguat pada Kamis. Harga ditutup di Rp148 per saham atau naik 9,63% dari Rp135 sehari sebelumnya.

Sepanjang perdagangan, saham MEJA sempat menyentuh level terendah Rp126 dan tertinggi Rp148. Volume transaksi mencapai 227,41 juta lembar dengan kapitalisasi pasar Rp283,79 miliar.

Pergerakan saham MEJA dalam setahun terakhir cukup ekstrem. Harga tertinggi sempat berada di Rp444 pada 27 Maret 2025, sedangkan terendah jatuh ke Rp34 pada 6 Agustus 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp32 hingga Rp446 per saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Direktur BYAN Oliver Khaw Jual Sebagian Sahamnya dalam 3 Hari, Kantongi Dana Miliaran Rupiah

JAKARTA (STOCKWATCH.ID) – Oliver Khaw Kar Heng, Direktur PT...

BUMI Jadi Rebutan Investor Lokal, Pemegang Saham Bumi Resources Tembus 550 Ribu

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI)...

IHSG Kembali Naik 1,24% ke 8.131,738 Berkat Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka melemah di 8.031,582, Indeks Harga Saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru