back to top

BEI Interogasi Bank Neo Commerce Soal Pembatalan Direktur IT, Ini Penjelasan Bosnya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC resmi membatalkan pengangkatan Daniel Armanto sebagai Direktur Teknologi Sistem Informasi. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Sebelumnya, Daniel Armanto direncanakan menempati posisi tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 27 Mei 2025. Namun, manajemen memutuskan untuk tidak melanjutkan penunjukan itu.

Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, menjelaskan pembatalan tersebut merupakan bagian dari pembaruan struktur organisasi agar lebih selaras dengan arah bisnis dan kebutuhan strategis perusahaan.

“Alasan pembatalan pengangkatan tersebut didasari oleh adanya pembaruan struktur organisasi, termasuk komposisi Direksi, agar semakin selaras dengan arah bisnis dan kebutuhan strategis Perseroan di masa mendatang,” ujar Eri dalam surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia, dikutip Sabtu  (25/10/2025).

Eri menegaskan langkah ini bertujuan memperkuat sinergi antara fungsi operasional dan teknologi informasi agar lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan industri perbankan digital.

“Keputusan ini mengoptimalkan struktur organisasi dengan menggabungkan fungsi teknologi informasi dan operasional untuk memperkuat sinergi dan efektivitas,” katanya.

Ia menambahkan, fungsi teknologi informasi tetap berada di bawah kepemimpinan Daniel Armanto sebagai Chief Technology Officer (CTO).

“Keputusan ini tidak berdampak pada kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan Perseroan,” tegas Eri.

BNC juga menegaskan tidak ada informasi material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan bisnis maupun harga saham perusahaan.

“Sampai dengan dikeluarkannya surat ini, tidak terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang material yang belum diungkapkan kepada publik,” tulis Eri.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bank Mega (MEGA) Capai Rp3,36 Triliun pada 2025, Tumbuh 27,88%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Mega Tbk (MEGA) membukukan laba...

Penjualan Anjlok 61,76%, Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Rugi US$122 Juta pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk...

Meski Penjualan Naik, Fajar Surya Wisesa (FASW) Rugi Rp1,13 Triliun pada 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih emiten produsen kertas, yakni PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru