STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan tiga saham sekaligus mulai sesi I pada Rabu, 29 Oktober 2025. Langkah ini diambil setelah terjadi lonjakan harga kumulatif yang signifikan pada saham-saham tersebut.
Ketiga saham yang terkena suspensi adalah PT Puri Global Sukses Tbk (PURI), PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM), dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO). BEI menilai penghentian sementara diperlukan untuk menjaga perlindungan investor dan memberikan waktu bagi pelaku pasar agar dapat menelaah kembali kondisi fundamental masing-masing emiten.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan tindakan suspensi dilakukan karena kenaikan harga yang tidak wajar berpotensi menimbulkan risiko transaksi spekulatif di pasar.
“Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 29 Oktober 2025 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut,” ujar Yulianto Aji Sadono dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/10/2025).
Ia menegaskan, penghentian sementara atau suspensi ini bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi secara matang berdasarkan informasi yang ada.
“Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” jelasnya.
Harga Saham
Pada perdagangan Selasa (28/10/2025), saham PURI melesat 24,73% ke posisi Rp464 dari penutupan sebelumnya di level Rp372. Sepanjang perdagangan, saham ini bergerak di rentang harga Rp 344 hingga Rp 464. Volume transaksi mencapai 75,44 juta saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp464 miliar. Kenaikan tersebut sekaligus menandai rekor tertinggi harga PURI sepanjang tahun berjalan yang sebelumnya berada di kisaran 174 pada April 2025.
SSTM juga mencuri perhatian setelah melonjak 25% ke level Rp 700 dari Rp 560 pada perdagangan sebelumnya. Saham produsen tekstil ini dibuka langsung di harga tertinggi Rp 700 dan sempat menyentuh level terendah Rp 635. Volume perdagangan tercatat sebanyak 744.500 saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp819,63 miliar. Sepanjang 2025, harga saham SSTM telah bergerak dari level terendah Rp 155 dan kini menembus posisi tertingginya di Rp 700.
Sementara itu, saham SOHO turut menguat 24,77% ke level Rp 2.040 dari penutupan sehari sebelumnya di Rp 1.635. Saham emiten farmasi ini sempat diperdagangkan di kisaran Rp 1.925 hingga Rp 2.040 per saham dengan volume 708.700 saham. Kapitalisasi pasarnya kini mencapai sekitar Rp25,89 triliun. Kinerja harga SOHO juga mencatat pencapaian tertinggi sepanjang tahun setelah sempat menyentuh titik terendah di Rp 590 pada April 2025.
