STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multitrend Indo Tbk (BABY) mengumumkan rencana strategis perusahaan pada awal tahun depan. Emiten ini akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Aksi korporasi ini bertujuan memuluskan rencana akuisisi 99,99% saham PT Emway Globalindo (EGI). Nilai total rencana pengambilalihan ini mencapai Rp 269,989 miliar.
EGI saat ini dikendalikan oleh Blooming Years Pte. Ltd. (BY). BY juga tercatat sebagai pemegang saham pengendali Multitrend Indo. Transaksi ini pun dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.
Manajemen BABY menyiapkan dua mekanisme dalam akuisisi ini. Pertama, melalui penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng. BY akan menyetorkan 255.077.189 lembar saham EGI miliknya ke dalam Multitrend Indo.
Jumlah tersebut setara dengan 48% dari total modal ditempatkan dan disetor EGI. Nilai transaksi inbreng ini mencapai Rp 129,989 miliar. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp 590 per lembar saham.
Mekanisme kedua adalah pembelian sisa saham secara tunai. Perseroan akan membeli sisa saham EGI milik BY sebanyak 274.721.610 lembar. Jumlah ini mewakili 52% kepemilikan saham EGI.
Nilai pembelian tunai ini tercatat sebesar Rp 139,999 miliar. Dana untuk pembelian ini bersumber dari fasilitas pinjaman PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
Manajemen Multitrend Indo menilai akuisisi ini memberikan dampak positif. Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai dan kinerja perseroan melalui peningkatan skala usaha. Akuisisi ini juga diproyeksikan memberikan kontribusi pendapatan stabil dan peningkatan EBITDA secara bertahap.
Posisi strategis perseroan akan semakin kuat. Hal ini didukung oleh perluasan jaringan distribusi dan peningkatan kapabilitas merchandising. Sinergi operasional dan komersial di seluruh entitas grup juga akan tercipta pasca akuisisi.
Meski demikian, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan memberikan pendapat berbeda. KJPP menilai rencana transaksi ini tidak wajar. Kesimpulan ini didasarkan pada analisis dan pertimbangan dalam laporan pendapat kewajaran.
Nilai pasar 99,99% saham EGI per 31 Oktober 2025 dinilai sebesar Rp 283,19 miliar oleh KJPP. Walaupun ada pendapat tersebut, manajemen tetap optimis. Mereka meyakini transaksi dengan pihak afiliasi memberikan pemahaman bisnis dan profil risiko lebih baik. Efisiensi waktu dan biaya serta integrasi operasional menjadi pertimbangan utama.
Nilai transaksi ini tergolong material. Angkanya melebihi 50% dari ekuitas perseroan. Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Oktober 2025, ekuitas BABY tercatat sebesar Rp 410.573.177.231.
Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham untuk memuluskan rencana ini. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dijadwalkan berlangsung pada 26 Januari 2026. Perseroan juga wajib mendapatkan restu dari pemegang saham independen dalam RUPS Independen di hari yang sama.
Investor yang tidak melaksanakan haknya dalam aksi ini akan menghadapi konsekuensi. Kepemilikan saham mereka akan terdilusi maksimal sebesar 8,36% setelah rights issue rampung. Setelah akuisisi selesai, laporan keuangan EGI akan dikonsolidasikan dengan BABY.
