back to top

Bursa Saham Eropa Melejit, InPost Terbang 26% Usai Kabar Akuisisi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Sejumlah indeks bahkan berhasil menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Investor saat ini tengah memantau perkembangan geopolitik dunia. Salah satunya terkait penggulingan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Amerika Serikat.

Mengutip CNBC International, indeks pan-Eropa Stoxx 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,6% ke posisi 605,28. Level ini merupakan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Hampir seluruh bursa regional di Eropa kompak berada di zona hijau. Indeks IBEX 35 Spanyol juga mencetak rekor baru dengan kenaikan 0,19% ke level 17.647,10.

Indeks FTSE 100 Inggris mencatatkan kenaikan paling tinggi sebesar 1,18% ke posisi 10.122,73. Di Prancis, indeks CAC 40 naik 0,32% menjadi 8.237,43. Sementara itu, indeks DAX Jerman menguat tipis 0,09% ke level 24.892,20. Namun, indeks FTSE MIB Italia justru melemah 0,20% ke posisi 45.753,43.

Saham perusahaan logistik InPost menjadi pusat perhatian pasar. Harga sahamnya meroket 26,8% pada akhir perdagangan. Lonjakan ini terjadi setelah perusahaan menerima proposal indikatif untuk akuisisi seluruh sahamnya.

Meski demikian, manajemen perusahaan tetap memberikan catatan hati-hati. InPost menyatakan dalam keterangan resminya, “Tidak ada jaminan hal ini akan berlanjut ke sebuah transaksi.”

Sektor semikonduktor juga ikut reli di awal tahun ini. Perusahaan chip memori terbesar dunia mendapat berkah dari permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat. Saham chip asal Belanda, ASMI, melonjak 7,8% dan BESI bertambah 4,7%.

Sektor farmasi tidak mau ketinggalan. Saham Novo Nordisk asal Denmark ditutup menguat hampir 5%. Kenaikan ini dipicu oleh peluncuran pil penurun berat badan Wegovy di Amerika Serikat pada hari Senin.

Di sisi lain, para pemimpin Eropa memberikan tanggapan terkait keinginan Presiden Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Mereka menegaskan keamanan di kawasan Arktik harus dijaga secara bersama-sama. Dalam pernyataan resminya ditegaskan, “Kerajaan Denmark – termasuk Greenland – adalah bagian dari NATO.”

Saham-sektor pertahanan juga masih menunjukkan tren kenaikan. Produsen jet tempur asal Swedia, Saab, terpantau naik 6,6%. Pergerakan pasar ini menunjukkan investor mulai mengabaikan kekhawatiran konflik besar. Mereka tampak lebih percaya diri untuk berinvestasi pada aset berisiko di awal tahun baru.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Makin Perkasa, Indeks Dow Jones Lompat 300 Poin Berkat Saham Nvidia

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Tarif Trump Mereda, Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Saham Asia Terbang, Nikkei dan Kospi Cetak RekorBaru

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru