STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) mengumumkan memperluas jangkauan bisnisnya. Emiten yang bergerak di bidang solusi sistem informasi telematika ini bersiap masuk ke dalam ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle).
Rencana tersebut terungkap dalam keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan pada Kamis (8/1). TRON bermaksud menambah dua lini kegiatan usaha baru. Keduanya berkaitan erat dengan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Indonesia.
Kegiatan usaha pertama adalah KBLI 35132. Ini mencakup aktivitas penyimpanan tenaga listrik berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Kedua adalah KBLI 35133. Lini ini berfokus pada pengoperasian fasilitas pengisian daya berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Corporate Secretary TRON, Wendy, menyampaikan rencana ini bertujuan memperluas portofolio bisnis perseroan. Langkah ini juga diambil untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang semakin masif. Selain itu, ekspansi ini diharapkan memperkuat sinergi dengan lini bisnis utama perusahaan di bidang teknologi transportasi.
Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (KJPP YDR), rencana ini dinilai sangat prospektif. Hasil penilaian finansial menunjukkan angka Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp357,492 miliar.
Proyek ini juga memiliki tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return/IRR) yang tinggi mencapai 48,907%. Sementara itu, Payback Period atau masa pengembalian modal diperkirakan tercapai dalam waktu 3 tahun 11 bulan.
“Berdasarkan kajian Penilai yang mencakup aspek pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, dan keuangan, penambahan kegiatan usaha pada KBLI 35132 dan 35133, dinyatakan layak untuk dijalankan,” tulis Wendy dalam dokumen keterbukaan informasi tersebut.
Untuk menjalankan rencana ini, TRON mengasumsikan total biaya investasi awal mencapai Rp75,546 miliar. Rinciannya, anggaran sebesar Rp57,866 miliar dialokasikan untuk pembangunan 21 unit SPBKLU. Sisanya, sebanyak Rp17,679 miliar disiapkan untuk membangun 15 unit SPKLU.
Seluruh kebutuhan modal kerja tersebut akan dibiayai menggunakan dana internal yang tersedia pada perusahaan. Secara proyeksi, lini bisnis baru ini diyakini akan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan finansial perseroan di masa depan.
“Secara proyeksi keuangan, kegiatan usaha baru berpotensi memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan sesuai asumsi dan proyeksi yang digunakan dalam studi kelayakan,” sebut Wendy.
Agar rencana ini berjalan mulus, TRON akan meminta restu dari para pemegang saham. Perseroan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Februari 2026 mendatang. Agenda utama rapat tersebut adalah persetujuan perubahan anggaran dasar terkait penambahan kegiatan usaha ini.
