Senin, Januari 19, 2026
30.5 C
Jakarta

SBY Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Desak PBB Gelar Sidang Darurat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap situasi keamanan internasional saat ini. Ia menilai ancaman pecahnya Perang Dunia Ketiga semakin nyata. Menurutnya, ruang dan waktu untuk mencegah kehancuran tersebut semakin sempit.

Pesan ini disampaikan SBY melalui akun X resminya @SBYudhoyono pada Senin (19/1/2026). Ia mengaku terus mengikuti perkembangan dunia dalam tiga tahun terakhir. Ia mencermati geopolitik dan sejarah peperangan selama puluhan tahun. Situasi global beberapa bulan belakangan ini membuatnya merasa sangat khawatir akan terjadinya prahara besar.

“Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,” cuit SBY dalam unggahannya.

Sebagai sosok yang mendalami geopolitik, ia melihat ada tanda-tanda buruk yang sedang terjadi. “Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit,” tulis SBY.

Menurut SBY, kemungkinan terjadinya perang besar tersebut sangat nyata. Ia menilai kondisi saat ini memiliki banyak kesamaan dengan situasi menjelang Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945). Beberapa tandanya adalah munculnya pemimpin kuat yang haus perang serta pembangunan kekuatan militer besar-besaran di berbagai negara.

Ruang dan waktu untuk mencegah krisis ini pun dirasakan semakin sempit. SBY memperingatkan dampak buruk jika perang total atau perang nuklir benar-benar meledak. Jumlah korban jiwa diprediksi bisa menelan lebih dari 5 miliar manusia. Kejadian itu akan memusnahkan peradaban dan harapan hidup umat manusia.

Ia menegaskan doa saja tidak cukup untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran. Manusia dan bangsa-bangsa di seluruh dunia harus bekerja nyata untuk melakukan pencegahan.

“Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,” kata SBY.

SBY secara khusus mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bertindak. Ia meminta PBB menyelenggarakan Persidangan Umum Darurat (Emergency UN General Assembly). Agenda utamanya adalah menyusun langkah nyata pencegahan krisis dunia skala besar.

“Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly),” tutur SBY.

Ia menyadari saat ini posisi PBB terkesan lemah dan tidak berdaya. Namun, lembaga dunia tersebut tidak boleh melakukan pembiaran terhadap situasi yang mengancam keselamatan umat manusia.

“Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing,” tegas SBY.

SBY berharap seruannya ini menjadi awal kesadaran bagi para pemimpin dunia. Ia mengingatkan kembali jika ada kemauan, pasti ada jalan untuk menyelamatkan dunia. SBY mengajak manusia untuk berbicara dan berupaya sekuat tenaga demi perdamaian.

“Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way,” pungkas SBY.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Waspada Genangan di Tol Sedyatmo Pagi Ini, Jasa Marga Kerahkan 8 Pompa Air

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan...

Gairah Seks Mulai Meredup? Jangan Panik, Ini Tips Para Pakar yang Perlu Kamu Tahu

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Banyak pasangan merasa cemas saat kehidupan...

OJK Serahkan Tersangka Perkara Tindak Pidana Pasar Modal Sriwahana Adityakarta (SWAT)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru