Rabu, Januari 21, 2026
27.3 C
Jakarta

Ahmad Yani Resmi Jadi Direktur Utama PGEO, Targetkan Kapasitas 1 GW dalam 3 Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memperkuat jajaran kepemimpinan perusahaan. Langkah ini bertujuan memacu pengembangan energi panas bumi nasional secara lebih masif.

Perseroan resmi menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama. Ia menggantikan Julfi Hadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (20/1/2026).

Selain posisi pucuk pimpinan, pemegang saham menetapkan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi. Andi mengisi posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Ahmad Yani.

Komisaris Utama PGEO, Gigih Udi Atmo, menyebut perubahan ini sebagai langkah strategis. Tujuannya untuk memastikan arah bisnis berjalan sesuai target.

“Kami optimistis keputusan strategis ini membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional Perseroan yang lebih luas ke depan. Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih.

Ahmad Yani bukan orang baru di industri ini. Ia menjabat Direktur Operasi PGEO sejak 2023. Ia punya rekam jejak panjang menjaga keandalan operasi dan efisiensi pembangkitan.

Di bawah arahannya, PGEO mencetak rekor produksi tertinggi (all-time high) pada 2025. Ia juga mempelopori pilot project green hydrogen di Ulubelu serta inovasi Flow2Max® dan G-Bionic.

Ahmad Yani berkomitmen menjaga visi strategis pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Ia ingin panas bumi menjadi pilar utama transisi energi nasional.

“Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Di tengah momentum transformasi sektor energi yang semakin menguat, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi. PGE menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Langkah ini ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri untuk mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060,” kata Ahmad Yani.

Dalam agenda yang sama, pemegang saham memberhentikan dengan hormat Julfi Hadi. Keputusan ini menindaklanjuti surat pengunduran diri Julfi pada 25 November 2025.

Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi atas sumbangsih Julfi Hadi sejak memimpin pada 2023. Ia dinilai sukses memperkuat fondasi bisnis perseroan.

Sementara itu, Andi Joko Nugroho yang kini menjabat Direktur Operasi sebelumnya adalah VP Operation & Engineering PGE. Kehadirannya diharapkan memperkuat tata kelola dan efektivitas operasional secara berkelanjutan.

Berikut susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris PGEO:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo

  • Komisaris: John Anis

  • Komisaris: Abdulla Zayed

  • Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya

  • Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah

Direksi

  • Direktur Utama: Ahmad Yani

  • Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi

  • Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho

  • Direktur Keuangan: Yurizki Rio

- Advertisement -

Artikel Terkait

Respon BEI Terkait Lonjakan Saham, Berkah Prima Perkasa (BLUE) Beberkan Kelanjutan Rencana Akuisisi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE)...

PT Vale (INCO) Beberkan RKAB 2026 dan Progres Proyek Strategis di Hadapan Komisi XII DPR

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menghadiri...

BKSL Digugat Pembatalan Perjanjian Perdamaian, Ini Respons Manajemen Sentul City!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sentul City Tbk (BKSL) tengah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru