Rabu, Januari 21, 2026
25.6 C
Jakarta

Ancaman Perang Dagang Trump Picu Aksi Jual, Bursa Saham Eropa Berakhir Memerah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/1/2026) waktu setempat. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman tarif dagang baru yang membayangi sentimen pasar.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir merosot 0,72% ke level 602,80. Sebagian besar sektor dan seluruh bursa utama regional berakhir di zona negatif.

Penurunan pasar terjadi usai Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif bagi delapan sekutu Eropa pada Sabtu pekan lalu. Tarif ini akan dimulai sebesar 10% pada 1 Februari dan melonjak menjadi 25% pada 1 Juni mendatang.

Langkah ini diambil jika tidak tercapai kesepakatan yang memungkinkan Washington “membeli” Greenland. Wilayah semi-otonom tersebut merupakan bagian dari wilayah Denmark.

Trump menyebut sasaran tarif tersebut mencakup Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Para pemimpin Eropa langsung bereaksi keras dan menyerukan dialog lebih lanjut dengan Amerika Serikat.

Ancaman ini dianggap tidak dapat diterima oleh para pemimpin Eropa. Mereka mulai mempertimbangkan langkah balasan. Prancis kabarnya mendesak Uni Eropa menggunakan instrumen ekonomi terkuatnya yang dikenal sebagai “Instrumen Anti-Pemaksaan”.

Saham-saham di Jerman yang sangat bergantung pada ekspor merosot tajam. Indeks DAX berakhir turun hampir 1,1% ke level 24.703,12. Sementara itu, indeks MDAX yang berisi saham lapis menengah Jerman kehilangan 1,8%.

Pada Selasa, Trump juga mengancam tarif 200% bagi minuman anggur dan sampanye asal Prancis. Hal ini dilakukan setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan enggan bergabung dalam “Board of Peace” untuk Gaza.

Saham raksasa barang mewah LVMH yang memiliki merek Moët & Chandon turun 2,1% pada penutupan perdagangan. Raksasa minuman Prancis, Remy Cointreau, juga berakhir melemah hampir 0,1%. Indeks CAC 40 Prancis sendiri ditutup turun 0,61% ke posisi 8.062,58.

Berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa, Macron memberikan kritik tajam. Ia menegaskan posisi Eropa menghadapi tekanan tersebut.

“Kami lebih suka rasa hormat daripada penindas. Kami lebih memilih supremasi hukum daripada kebrutalan,” ujar Macron.

Menurut Macron, Eropa memiliki alat yang sangat kuat saat ini. Kekuatan itu harus digunakan ketika aturan main tidak dihormati.

“Mekanisme anti-korupsi adalah instrumen yang kuat. Kita tidak boleh ragu untuk menerapkannya di lingkungan yang sulit saat ini,” tegasnya.

Di pasar valuta asing, mata uang Euro menguat 0,7% terhadap Greenback ke level 1,173 USD. Mata uang tunggal ini juga naik 0,5% terhadap Poundsterling ke posisi 0,87 EUR. Sementara itu, Poundsterling naik 0,2% terhadap USD menjadi 1,345 USD.

Dari sisi ekonomi, data pekerjaan Inggris menunjukkan tingkat pengangguran tetap stabil di angka 5,1% dalam tiga bulan hingga akhir November. Pertumbuhan upah di negara tersebut tercatat melambat menjadi 4,5%.

Secara rinci, beberapa bursa utama Eropa lainnya juga mencatat pelemahan signifikan. Indeks FTSE MIB Italia anjlok 1,07% ke 44.713,46. Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,67% ke 10.126,78. Terakhir, indeks IBEX 35 Spanyol merosot paling dalam sebesar 1,34% ke level 17.429,10.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Greenland Jadi Rebutan, Parlemen Eropa Bakal Bekukan Kesepakatan Tarif AS-Eropa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan...

Trump Ancam Tarif NATO Demi Greenland, Wall Street Alami Hari Terburuk Sejak Oktober

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Investor Khawatir Perang Dagang Trump Soal Greenland, Mayoritas Bursa Asia Memerah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru