STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Saham perusahaan otomotif Korea Selatan rontok pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Sentimen negatif ini muncul usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengincar ekonomi terbesar keempat di Asia tersebut. Trump berencana menaikkan tarif impor.
Mengutip CNBC, melalui unggahan di Truth Social, Trump menyoroti keterlambatan persetujuan kesepakatan dagang. Ia menyebut legislatif Korea Selatan belum menyetujui perjanjian perdagangan Seoul dengan Washington.
Trump memberikan pernyataan tegas dalam akun pribadinya tersebut. “Legislatif negara tersebut belum menyetujui kesepakatan perdagangan Seoul dengan Washington,” tulis Trump.
Akibat keterlambatan tersebut, Trump mengancam meningkatkan tarif impor bagi Korea Selatan. Besaran tarif bakal melonjak menjadi 25% dari posisi sebelumnya sebesar 15%.
Kabar ini langsung memukul dua raksasa otomotif Negeri Gingseng. Saham Hyundai anjlok hingga 4%. Sementara itu, saham Kia terjun lebih dalam dengan penurunan sebesar 5%.
Ancaman tersebut sempat merusak suasana pasar di bursa Korea Selatan. Indeks Kospi sempat melemah 0,36% pada awal sesi. Padahal, Kospi mencatatkan kinerja positif selama 15 hari dari 17 sesi sejak awal tahun ini.
Namun, indeks Kospi berhasil berbalik arah dan ditutup menguat 0,76% ke level 4.987,02. Di sisi lain, retorika Trump tidak mempengaruhi indeks saham lapis kedua Kosdaq yang melonjak 1,41%.
Kondisi pasar di kawasan Asia-Pasifik lainnya bergerak bervariasi. Indeks S&P/ASX 200 di Australia melambung 1,07% ke posisi 8.954,80. Bursa Australia mencapai level tertinggi dalam hampir tiga bulan setelah kembali beroperasi dari libur hari Senin.
Indeks Hang Seng (HSI) di Hong Kong juga menguat 0,63% ke level 26.934,92. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,10% menuju 52.940,59. Sementara itu, indeks Shanghai di Tiongkok hanya naik 0,05% ke posisi 4.134,71.
Di sisi lain, bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup menghijau pada malam sebelumnya. Indeks S&P 500 naik 0,50% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,64%.
Indeks Nasdaq Composite menanjak 0,43%. Penguatan ini didorong oleh kenaikan saham Apple sekitar 3%, Meta Platforms 2%, dan Microsoft 1%. Para investor sedang mengantisipasi laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa tersebut yang akan dirilis pekan ini.
