back to top

Bank Panin Terbitkan Obligasi Rp2,712 Triliun, Bunga Tertinggi 6,15% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Panin Tbk (PNBN) berencana untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 20256 senilai Rp2,712 triliun.  Masa penawaran obligasi pada 13-20 Februari 2026. Pencatatan obligasi PNBN di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada tanggal 26 Februari 2026.

Berdasarkan prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang disampaikan Manajemen Perseroan Senin, 02 Februari 2026, obligasi PNBN yang merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV PNBN dengan target dana senilai total Rp15 triliun terdiri atas 2 Seri.

Obligasi Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp1,708 triliun memiliki bunga tetap 5,90% per tahun dengan tenor tiga tahun dan seri B senilai Rp1,004 triliun berjangka waktu lima tahun dengan bunga tetap 6,15% per tahun.

Bunga obligasi PNBN akan dibayarkan setiap tiga bulan dimana pembayaran bunga pertama dilakukan  pada 25 Mei 2026. Sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi, masing-masing  pada tanggal 25 Februari 2029 untuk obligasi seri A dan tanggal 25 Februari 2031 untuk obligasi seri B.

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap IV Tahun 2026 (“Obligasi”) ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha terutama dalam pemberian kredit.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi IV PNBN  Tahap IV Tahun 2026 adalah PT Evergreen Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas, serta PT Bank Mandiri Tbk (MEGA) sebagai wali amanat obligasi.

Obligasi Berkelanjutan IV PNBN Tahap IV Tahun 2026 ini telah memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)  dengan peringkat idAA (Double A) untuk periode 7 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Tetap Pede Kejar 50 IPO 2026 Meski Free Float Naik Jadi 15%, Kantongi Dua Calon Emiten Jumbo

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap pede...

Free Float 15% Berlaku Bertahap, OJK–BEI Bahas Dampak ke Calon Emiten di Pipeline IPO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa...

Barito Renewables (BREN) Mulai Buyback Saham di BEI, Siapkan Dana Rp2 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mulai hari ini, Rabu 04 Februari 2026,...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru