back to top

Harga Emas dan Perak Bangkit dari Keterpurukan, Saham Tambang Global Ikut Menghijau

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dan perak dunia bangkit pada perdagangan Selasa (3/2/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (4/2/2026) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah kedua logam mulia tersebut mengalami aksi jual bersejarah. Pemulihan harga ini turut mengangkat saham-saham pertambangan dan dana diperdagangkan di bursa (ETF) secara global.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik sekitar 5,6% menjadi USD 4.930,97 per ons troi. Kontrak emas berjangka juga menguat sekitar 6,4% dan berada di kisaran USD 4.949 per ons troi.

Harga perak spot melonjak lebih dari 6% menjadi sekitar USD 84,29 per ons troi. Adapun perak berjangka naik hampir 10% di posisi USD 84,12 per ons troi. Pergerakan ini merupakan pemulihan dari penurunan tajam pada Jumat lalu. Saat itu, emas jatuh hampir 10% dan perak anjlok 30% dalam sehari.

Saham raksasa pertambangan yang melantai di bursa London mencatatkan keuntungan. Saham Rio Tinto naik 2,2% dan Anglo American naik lebih dari 3%. Antofagasta melonjak 2,5% serta Fresnillo tumbuh 3,1%. Fresnillo merupakan produsen perak terkemuka dunia dan saham berkinerja terbaik di FTSE 100 London tahun 2025.

Di pasar Amerika Serikat (AS), ETF ProShares Ultra Silver melonjak 15% sebelum pembukaan pasar. ETF abrdn Physical Silver dan iShares Silver Trust (SLV) masing-masing naik sekitar 8,3%. Saham penambang perak AS seperti Endeavour Silver dan Coeur Mining juga melonjak di atas 7,5%. Hecla Mining dan First Majestic Silver masing-masing naik sekitar 8%.

Ahli strategi di Deutsche Bank menilai pemulihan ini sebagai penyesuaian pasar. Skala aksi jual sebelumnya memicu pertanyaan baru tentang posisi pasar. Deutsche Bank memberikan analisanya terkait niat para investor saat ini.

“Penyesuaian harga logam mulia melampaui signifikansi katalis utamanya. Selain itu, niat investor pada logam mulia (resmi, institusional, individu) kemungkinan besar tidak berubah menjadi lebih buruk,” ujar perwakilan Deutsche Bank.

Penyebab aksi jual sebelumnya meliputi penguatan dolar AS dan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed berikutnya. Namun, Deutsche Bank melihat fundamental investasi emas dan perak tetap utuh. Mereka percaya alasan investor mengalokasikan dana pada logam mulia belum berubah.

Barclays memiliki pandangan serupa meski melihat adanya posisi pasar yang sudah terlalu jenuh. Permintaan terhadap emas diprediksi tetap kuat di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan. Diversifikasi cadangan devisa menjadi faktor pendukung utama lainnya.

Zavier Wong, Market Analyst di eToro, menyoroti peran spekulasi dalam pergerakan harga perak. Perak memiliki partisipasi ritel yang lebih tinggi daripada emas. Hal ini membuatnya sensitif terhadap perubahan sentimen yang cepat.

“Posisi spekulatif pasti memainkan peran dalam jangka pendek. Perak telah menarik lebih banyak partisipasi ritel daripada emas dan itu membuatnya jauh lebih sensitif terhadap sentimen yang bergerak cepat dan perdagangan jangka pendek,” kata Zavier Wong.

Wong menambahkan perak memiliki permintaan industri yang nyata. Kebutuhan ini berkaitan erat dengan pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Studi terbaru memproyeksikan permintaan perak global akan melonjak sepanjang dekade ini.

Sektor tenaga surya diprediksi mengonsumsi hingga 41% dari pasokan global pada tahun 2030. Pasokan perak diperkirakan hanya mampu memenuhi sekitar 62% hingga 70% dari total permintaan global. Wong memberikan kesimpulannya mengenai kondisi pasar saat ini.

“Permintaan itu belum hilang. Apa yang kita lihat di sini adalah perak yang berlari mendahului dirinya sendiri, yang merupakan sesuatu yang selalu dilakukannya selama fase kuat,” tambah Wong.

- Advertisement -

Artikel Terkait

AS Tembak Jatuh Drone Iran, Harga Minyak Dunia Melambung 1% Lebih

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat pada...

Aksi Jual Berlanjut, Harga Emas Dunia Anjlok Lagi Lebih dari 4%

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencatat penurunan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru