back to top

IBFN Bongkar Sosok Pemilik Manfaat Akhir, Ada Nama Dirut dan Keluarga Halim

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) mengungkapkan identitas pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) perusahaan. Langkah ini merupakan respons atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat tertanggal 4 Februari 2026.

Corporate Secretary IBFN, Yunita R. Riyadi menyampaikan keterangan tersebut melalui surat resmi kepada otoritas bursa. Ia menjelaskan alasan Perseroan belum merinci nama individu pada laporan sebelumnya. Selama ini, Perseroan menyampaikan laporan registrasi pemegang efek menggunakan format Form E009 SPE-IDX secara rutin.

Kini, IBFN membeberkan susunan pemegang saham hingga tingkat perorangan. PT Intraco Penta Tbk (INTA) tercatat sebagai pemegang saham utama dengan porsi 55,07%. Selain itu, PT Inta Trading menggenggam 17,23% saham dan masyarakat memiliki 27,70% saham.

Di dalam struktur PT Intraco Penta Tbk, terdapat nama Petrus Halim dengan kepemilikan 22,93%. Jimmy Halim juga tercatat memiliki saham sebesar 17,50% pada entitas induk tersebut. Pemegang saham lainnya adalah PT Shalumindo Investama sebesar 9,73% dan PT Spalindo Adilong sebanyak 10,61%.

Penelusuran berlanjut ke tingkat pemilik individu pada perusahaan-perusahaan tersebut. Setiawati Kusuma diketahui menguasai 77,81% saham PT Shalumindo Investama. Nama Leny Halim, Petrus Halim, dan Jimmy Halim juga masing-masing memiliki 7,40% saham di sana.

Sementara itu, PT Spalindo Adilong dimiliki oleh dua orang. Adhiguna Prakarsa menggenggam 70% saham dan Long Firdaus memiliki 30% saham. Seluruh data ini melengkapi transparansi struktur kepemilikan Perseroan kepada publik.

Petrus Halim sendiri memegang peran sentral sebagai Direktur Utama IBFN sekaligus Direktur Utama INTA. Pria lulusan Boston University ini memimpin transformasi besar Perseroan sejak awal dekade 2020-an.

Di bawah kendalinya, IBFN beralih dari perusahaan pembiayaan menjadi pemain perdagangan alat pengangkutan komersial. Strategi ini membuahkan hasil manis pada kinerja keuangan Perseroan.

Perseroan kini fokus memperkuat lini bisnis sewa alat berat melalui kerja sama strategis. Mitra utamanya mencakup perusahaan besar seperti PT Darma Henwa Tbk dan PT Petrosea Tbk.

Yunita memastikan keterbukaan informasi ini akan terus dilakukan secara konsisten. Perseroan siap mencantumkan data pemilik manfaat tingkat perorangan pada laporan-laporan mendatang. Hal ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia.

Yunita R. Riyadi memberikan penjelasan rinci mengenai komitmen pelaporan tersebut.

“Perseroan akan mengungkapkan Pemilik Manfaat tingkat perorangan pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek di bulan-bulan selanjutnya melalui Form E009 SPE-IDX,” tulis Yunita.

Ia juga melampirkan daftar lengkap pemilik modal perusahaan hingga level tertinggi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ada Apa, Garuda Metalindo (BOLT) Batalkan Rencana Pembagian Dividen Interim

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mengumumkan...

DAAZ Kucurkan Pinjaman ke Anak Usaha Untuk Modal Kerja, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Daaz Bara Lestarii Tbk (DAAZ) memberikan...

Carsurin (CRSN) Divestasi Seluruh Saham di NKKKAI, Ini Nilai Transaksinya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Carsurin Tbk (CRSN) mengumumkan langkah...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru