back to top

Catat Tanggalnya! BEI Bakal Bertemu Lagi dengan MSCI Rabu Besok, Bahas Apa Ya?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mempercepat langkah reformasi integritas pasar modal Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi standar penyedia indeks global seperti MSCI.

Pelaksana Tugas (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan hal tersebut di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026). Ia menyebut pihak bursa terus menjalin komunikasi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan KSEI.

Komunikasi konstruktif juga dilakukan bersama MSCI dan penyedia indeks global lainnya. Langkah ini bertujuan merespons cepat berbagai perhatian internasional. Fokus utamanya adalah keterbukaan informasi free float dan struktur kepemilikan saham.

Jeffrey menjelaskan tim Indonesia telah mengirimkan proposal kepada MSCI pada 5 Februari 2026. Pertemuan tingkat teknis lanjutan akan digelar kembali pada Rabu (11/2/2026). Seluruh target reformasi ini diproyeksikan rampung sebelum akhir April 2026.

Ada empat inisiatif besar yang sedang didiskusikan. Pertama, penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI. Struktur kategori investor akan diperinci dari 9 kategori menjadi 28 sub-kategori.

Kedua, BEI akan memperluas kewajiban keterbukaan informasi kepemilikan saham. Perincian data pemegang saham tidak lagi terbatas pada kepemilikan di atas 5%. Batas tersebut akan diturunkan sehingga kepemilikan saham di atas 1% wajib dibuka ke publik.

Ketiga, bursa mendorong peningkatan ketentuan minimum free float. Aturan yang saat ini sebesar 7,5% akan dinaikkan menjadi 15% secara bertahap.

Keempat, pembentukan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia. Satgas ini bertugas melakukan pemantauan dan pendampingan berkelanjutan bagi emiten.

Peningkatan porsi free float menjadi 15% merupakan bagian dari penyelarasan Peraturan Bursa Nomor 1-A. BEI juga memperketat tata kelola perusahaan tercatat melalui kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi dan komisaris.

Selain itu, direksi atau pejabat satu tingkat di bawah direksi wajib memiliki kompetensi di bidang akuntansi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas laporan keuangan perusahaan.

Persyaratan bagi calon emiten yang ingin melantai di bursa pun akan diperketat. Standar keuangan, operasional, dan tata kelola yang lebih tinggi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor.

“Kami terus menjaga komunikasi yang konstruktif dengan MSCI dan global index provider lainnya,” ujar Jeffrey Hendrik.

Ia menambahkan, inisiatif yang diajukan selaras dengan rencana percepatan reformasi pasar modal. Perubahan ini bertujuan menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat.

“Target kami dapat dipenuhi sebelum akhir April tahun 2026 ini,” kata Jeffrey.

- Advertisement -

Artikel Terkait

DAAZ Kucurkan Pinjaman ke Anak Usaha Untuk Modal Kerja, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Daaz Bara Lestarii Tbk (DAAZ) memberikan...

Carsurin (CRSN) Divestasi Seluruh Saham di NKKKAI, Ini Nilai Transaksinya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Carsurin Tbk (CRSN) mengumumkan langkah...

Melejit 1,26%, IHSG Sesi I ke 8.132,753 Diungkit Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru