back to top

Kode Broker Mau Dibuka Real-Time Lagi? Bos BEI: Gak Ada yang Mustahil, Tapi…

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pelaksana Tugas (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, angkat bicara mengenai wacana pembukaan kembali kode broker secara langsung (real-time). Hal ini mencuat di tengah langkah besar otoritas melakukan reformasi integritas pasar modal Indonesia.

Saat ini, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menjalankan sejumlah agenda transparansi. Mulai dari kenaikan batas free float dari 7,5% menjadi 15%, hingga pengungkapan pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO).

Otoritas bursa juga memperluas kewajiban pengungkapan kepemilikan saham. Investor kini wajib membuka data kepemilikan di atas 1%, jauh lebih ketat dari aturan sebelumnya yang sebesar 5%.

Melihat tren transparansi tersebut, muncul pertanyaan apakah kode broker akan ikut dibuka kembali seperti sedia kala. Jeffrey Hendrik memberikan sinyal mengenai kemungkinan tersebut.

“Tentu kalau ditanya apakah mungkin, tentu tidak ada hal yang tidak mungkin ya, Tetapi kami melihat prioritas ” ujar Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Meski pintu terbuka, Jeffrey menegaskan fokus utama bursa saat ini bukan pada kode broker. Otoritas lebih memprioritaskan keterbukaan informasi mengenai siapa saja pemegang saham emiten.

“Prioritas kita bersama-sama saat ini adalah terkait dengan bagaimana kita mengungkap atau meningkatkan transparansi untuk pemegang saham ya yang perlu diketahui oleh publik secara lebih clear. Untuk yang lain tentu itu akan kami pertimbangkan untuk lain waktu,” imbuhnya.

Kebijakan menutup kode broker secara real-time sebenarnya sudah berlaku sejak Desember 2021. Tujuannya guna mendorong kemandirian analisis investor. Selain itu, aturan ini bertujuan mengurangi perilaku ikut-ikutan (herding behavior).

BEI sejatinya telah mulai memberikan pelonggaran sejak Agustus 2025. Data domisili investor, baik asing maupun domestik, kini sudah bisa dilihat kembali pada setiap akhir sesi perdagangan.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi tanpa memicu spekulasi berlebih. BEI terus mengevaluasi dampak kebijakan ini terhadap likuiditas pasar modal.

Wacana pembukaan kode broker secara real-time akan tetap menjadi bahan pertimbangan di masa mendatang. Otoritas berkomitmen menjaga pasar tetap teratur, wajar, dan efisien demi kepentingan seluruh investor.

- Advertisement -

Artikel Terkait

DAAZ Kucurkan Pinjaman ke Anak Usaha Untuk Modal Kerja, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Daaz Bara Lestarii Tbk (DAAZ) memberikan...

Carsurin (CRSN) Divestasi Seluruh Saham di NKKKAI, Ini Nilai Transaksinya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Carsurin Tbk (CRSN) mengumumkan langkah...

Melejit 1,26%, IHSG Sesi I ke 8.132,753 Diungkit Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru