STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memastikan jajaran manajemen dan pemegang saham pengendali baru saat ini bersih dari perkara masa lalu. Pernyataan ini merespons langkah Bareskrim Polri yang membuka kembali penyelidikan terkait dugaan manipulasi saham saat perusahaan melaksanakan proses penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Direktur Utama PIPA, Firrisky Ardi Nurtomo, menjelaskan posisi hukum perseroan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026). Ia menyebut manajemen baru menghormati proses hukum yang sedang berjalan terhadap pihak-pihak terkait.
Firrisky menyatakan perusahaan tidak memiliki kaitan operasional maupun manajerial dengan jajaran direksi lama. PT Morris Capital Indonesia selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru telah masuk melalui proses uji tuntas (due diligence) yang independen sejak April 2025.
“Kami tidak memiliki keterkaitan, hubungan kepemilikan, operasional, manajerial, maupun terafiliasi dengan pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara IPO atau manipulasi saham,” ujar Firrisky Ardi Nurtomo dengan tegas.
Proses akuisisi oleh Morris Capital Indonesia sendiri telah rampung sepenuhnya. Sesuai persetujuan OJK, perusahaan telah menyelesaikan Mandatory Tender Offer pada 22 Januari 2026. Struktur manajemen baru juga telah ditetapkan melalui RUPSLB tertanggal 26 Januari 2026.
Mengenai pemberitaan negatif, PIPA menegaskan tetap menghormati asas praduga tidak bersalah. Perseroan menyatakan siap bekerja sama dengan penegak hukum maupun otoritas pasar modal bila diperlukan. Penyelidikan Bareskrim saat ini mengacu pada kasus lama yang melibatkan mantan direksi dan pemegang saham saat proses IPO.
Pasca akuisisi, PIPA menyiapkan gebrakan bisnis dengan merambah sektor minyak dan gas (migas). Morris Capital bakal mensinergikan bisnis pipa PVC dengan lini bisnis fasilitas produksi, trading, serta distribusi migas. Lini bisnis baru ini mencakup fasilitas produksi, transportasi, hingga infrastruktur energi.
Inisiatif strategis ini diharapkan mampu menghasilkan pendapatan berulang (recurring revenue) yang konsisten. Manajemen menilai permintaan energi di Indonesia yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi pertumbuhan perusahaan ke depan. Langkah ini juga diproyeksikan dapat mempercepat pertumbuhan pendapatan dan meningkatkan arus kas.
Langkah selanjutnya, PIPA akan melakukan audiensi dengan BEI dan OJK. Manajemen juga berencana melakukan Public Expose mengenai rencana aksi korporasi tersebut. Selain itu, perseroan akan melakukan perubahan nama, logo, hingga domisili perusahaan dalam waktu dekat.
Penyelesaian Laporan Keuangan Audit (LKA) tahun 2025 ditargetkan rampung pada April 2026. Terkait sanksi administratif dari OJK, manajemen berkomitmen terus memantau pemenuhannya sesuai ketentuan yang berlaku. Perseroan ingin memosisikan diri sebagai pemain kunci dalam jaringan distribusi energi di Indonesia.
