STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan satu saham akibat lonjakan harga kumulatif yang dinilai signifikan. Saham yang disuspensi adalah PT Lion Metal Works Tbk (LION).
Suspensi dilakukan sebagai langkah cooling down untuk melindungi investor. Penghentian sementara perdagangan berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I, Selasa 10 Februari 2026.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan alasan langkah tersebut dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (10/2/2026).
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Lion Metal Works Tbk (LION), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) pada tanggal 10 Februari 2026,” ujar Yulianto.
Ia menyampaikan suspensi dilakukan agar pelaku pasar memiliki waktu yang cukup sebelum mengambil keputusan investasi.
“Penghentian sementara perdagangan saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Lion Metal Works Tbk (LION),” kata Yulianto.
BEI juga mengimbau seluruh pihak untuk mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan.
Harga Saham
Pada penutupan perdagangan Senin, 9 Februari 2026, harga saham LION berada di level Rp710 per saham. Harga tersebut naik Rp105 atau 17,36% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp605 per saham.
Saham LION dibuka di harga Rp670 per saham. Harga tertinggi tercatat di Rp740 per saham dan terendah Rp640 per saham.
Volume perdagangan mencapai 9,42 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi saham LION berada di Rp710 per saham dan terendah Rp388 per saham.
Dalam 52 minggu terakhir, saham LION bergerak di rentang Rp312 hingga Rp950 per saham. Kapitalisasi pasar perseroan tercatat sekitar Rp369,31 miliar.
