back to top

Prabowo Klaim Hemat Rp300 Triliun, Target ROA Aset Negara Tembus 8%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran besar-besaran dan memberantas korupsi. Langkah ini disebut menjadi fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/02/2026).

Dalam pidatonya, Presiden mengungkapkan pada tahun pertama pemerintahannya, negara mencatat penghematan anggaran lebih dari Rp300 triliun. Dana hasil efisiensi dialihkan untuk program produktif, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).

“Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan, penghematan dilakukan dengan memangkas belanja yang dinilai tidak produktif. Pos yang dipangkas antara lain perjalanan dinas luar negeri, kegiatan seremonial, seminar, hingga kajian berlebihan.

Menurut Presiden, langkah tersebut membuat pemerintah lebih fokus pada kebutuhan dasar masyarakat dan percepatan infrastruktur.

“Kajian dan analisa tidak perlu terlalu banyak. Kita sudah tahu masalahnya. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan,” tegasnya.

Selain efisiensi belanja, Presiden juga menyoroti upaya menutup kebocoran anggaran dan meningkatkan pengelolaan aset negara. Ia mengapresiasi kinerja Danantara yang dalam waktu kurang dari satu tahun mencatat hasil efisiensi dan reformasi hingga empat kali lipat dibanding 2024.

“Hasil efisiensi dan reformasi sudah melahirkan hasil empat kali lipat dari tahun 2024. Ini luar biasa,” ucapnya.

Presiden menargetkan tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) di atas 8%.

“Kau patok 7%, saya patok 8%. Harus bisa lebih dari 8%,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden kembali menegaskan tekad memberantas korupsi di seluruh lini pemerintahan dan dunia usaha. Ia menekankan penegakan hukum tanpa kompromi, tetap menjunjung tinggi keadilan.

“Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia,” tegas Presiden.

“Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik. Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice,” sambungnya.

Strategi pembangunan ekonomi nasional, menurut Presiden, tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan. Reformasi tata kelola yang bersih, efisien, dan berintegritas menjadi kunci menuju Indonesia sebagai negara maju.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Menaker Resmi Terbitkan Aturan WFA Saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli...

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 6%, Pesan Menkeu untuk Lulusan UI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa...

Targetkan Pertumbuhan 6%, Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi RI Ekspansi Hingga 2033

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah sangat optimistis terhadap prospek perekonomian...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru