STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau disebut Lonsum telah melaporkan kinerja keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 (FY2025) pada Jumat, 27 Februari 2026.
Pada tahun 2025, LSIP mencatat kinerja yang positif. Laba bruto Perseroan meningkat 14% yoy menjadi Rp2,26 triliun,’ Sementara laba usaha LSIP juga naik 30% yoy menjadi Rp2,01 triliun. Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 28% yoy menjadi Rp1,89 triliun.
Kenaikan laba Perseroan tersebut, didukung oleh penjualan sebesar Rp5,51 triliun di FY2025, atau naik 21% yoy dibandingkan FY2024. Peningkatan ini terutama karena ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit.
Pada FY2025, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti LSIP turun 3% yoy menjadi 1,14 juta ton. Namun demikian, total produksi CPO LSIP tercatat naik sebesar 2% yoy menjadi 292 ribu ton seiring dengan kenaikan TBS dari eksternal. Lonsum tidak ada pendanaan melalui hutang bank pada tanggal 31 Desember 2025.
Tan Agustinus Dermawan, Presiden Direktur LSIP dalam siaran pers, Jumat 27 Februari 2026 mengatakan, Lonsum mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2025.
Pencapaian ini terjadi ditengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis yang terus berlanjut. Adapun tantangan tersebut termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu dan ketidakpastian global.
“Fokus Lonsum tetap pada pengendalian biaya dan efisiensi, optimalisasi kegiatan operasional dan produktivitas serta memprioritaskan investasi modal dengan tetap menerapkan praktik agrikultur secara berkelanjutan,” katanya. (konrad)
