Ambil Keuntungan Investasi, Phillip Securities Lepas 0,07% Saham STRK
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Phillip Securities Pte, Ltd, salah satu pemegang saham PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) telah menjual sebanyak 8.262.500 lembar (0,07%) sahamnya di emiten distributor minu...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Phillip Securities Pte, Ltd, salah satu pemegang saham PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) telah menjual sebanyak 8.262.500 lembar (0,07%) sahamnya di emiten distributor minuman beralkohol tersebut melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Januari 2026.
Disebutkan dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 21 Januari 2026, tujuan Phillip Securities Pte, Ltd menjual saham STRK senilai Rp1,89 miliar adalah merealisasikan keuntungan investasi.
Pasca penjualan saham tersebut, kepemilikan Phillip Securities Pte, Ltd atas saham PACK turun menjadi 1.710.761.500 atas setara 15,96%. Sebelum transaksi, Phillip Securities Pte, Ltd menguasai 1.719.024.000 atau 16,03%.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun