back to top

Aturan Baru Free Float 15%, BSI Siap Percepat Lepas Saham ke Publik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menyambut positif rencana kenaikan batas minimum saham publik (free float) menjadi 15%. Kebijakan baru ini dinilai sebagai pendorong bagi perseroan untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar modal.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyesuaikan Peraturan Nomor I-A. Aturan ini akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15% mulai Maret 2026. Langkah ini diambil mengikuti masukan MSCI Inc (MSCI) demi memperkuat transparansi pasar modal Indonesia di tingkat global.

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengapresiasi upaya regulator tersebut. Saat ini, porsi saham publik BSI masih berada di level 10%.

“Terkait dengan free float tentu kita memperhatikan dinamika market di mana baru-baru ini kan memang banyak pengumuman dari OJK, dari regulator mengenai pengaturan kembali mengenai minimum free float daripada market. Tentu kita menyambut baik upaya dari bursa maupun regulator untuk meminta kepada para emiten untuk bisa meningkatkan free float-nya sehingga lebih likuid di market-nya sesuai dengan keinginan investor dalam dan luar negeri,” ujar Ade Cahyo Nugroho di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Ade menilai aturan baru ini bisa menjadi pemacu eksekusi peningkatan porsi saham publik BSI. Perseroan ingin segera memenuhi keinginan investor dalam maupun luar negeri terhadap likuiditas saham yang lebih baik.

“BSI salah satu bank yang memang free float-nya memang masih jadi sorotan karena baru sekitar 10%, tentu dengan kebijakan yang kemarin kita dengar akan dibawa ke 15% kami sangat menyambut baik dan ini bisa menjadi trigger bahwa upaya percepatan peningkatan free float Bank Syariah Indonesia bisa juga segera dieksekusi,” tambah Ade.

Manajemen BSI juga berencana menjalin koordinasi intensif dengan Danantara dalam setiap tahapan strategis. Diskusi tersebut mencakup penguatan ekuitas dan visi BSI menjadi bank yang lebih besar.

“Tentu kami akan berkonsultasi terus kepada Danantara dalam setiap tahapan termasuk mendiskusikan beberapa hal lain yang terkait dengan equity gitu ya terkait dengan equity termasuk journey BSI menjadi bank yang lebih besar lagi masuk KBMI 4 dan seterusnya. Jadi seperti itu,” kata Ade.

BEI memastikan penerapan ketentuan free float 15% ini akan berjalan secara bertahap. Masa transisi diberikan agar perusahaan tercatat memiliki waktu cukup untuk melakukan penyesuaian aksi korporasi.

Bursa akan melakukan pemantauan dan pendampingan berkelanjutan bagi seluruh emiten. Hal ini bertujuan memastikan pencapaian target akhir sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan regulator. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi daya saing pasar modal Indonesia secara internasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Melejit 1,26%, IHSG Sesi I ke 8.132,753 Diungkit Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Mulai Tawarkan Surat Utang Senilai Rp1,27 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hari ini, Selasa 10 Februari 2026, PT...

Hari Ini, Jaya Ancol (PJAA) Lunasi  Pokok Obligasi II Tahun 2021 Seri C Rp65,4 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengumumkan, Perseroan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru