Baru Cetak Untung, ISEAI Peringatkan Laba GOTO Bisa Terkikis Aturan Komisi 8%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Masa depan profitabilitas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada dalam tekanan. Kebijakan baru pemerintah terkait pembatasan komisi aplikator maksimal 8% berpotensi mengga...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Masa depan profitabilitas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada dalam tekanan. Kebijakan baru pemerintah terkait pembatasan komisi aplikator maksimal 8% berpotensi mengganggu struktur pendapatan yang sebelumnya mulai membaik.
Presiden Prabowo Subianto menetapkan aturan tersebut melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Regulasi ini mengubah skema pembagian pendapatan dari sebelumnya 80:20 menjadi minimal 92:8 untuk pengemudi.
Berdasarkan laporan ISEAI Working Paper โ 33, aturan komisi 8% ini berpotensi membalikkan kondisi keuangan GOTO. Padahal, GOTO baru saja mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp171 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp5,3 triliun hingga Maret 2026, tumbuh 26% secara tahunan. Kenaikan terjadi di seluruh lini bisnis, mulai dari layanan pengiriman hingga imbalan jasa e-commerce.
Simulasi ISEAI menunjukkan EBITDA segmen mobilitas GOTO berpotensi berbalik negatif sebesar Rp77,96 miliar per kuartal. Saat ini, EBITDA segmen tersebut masih positif Rp280 miliar dengan take rate sekitar 14,3%.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan