Besok, Sukuk Mudharabah Eagle High Plantations (BWPT) Dicatatkan di BEI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Tahap III Tahun 2026 senilai Rp122,825 miliar akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada, Kamis tangg...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Tahap III Tahun 2026 senilai Rp122,825 miliar akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada, Kamis tanggal 12 Maret 2026.
Berdasarkan pengumuman tertulis yang disampaikan BEI, Rabu 11 Maret 2026, Sukuk tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I BWPT senilai total Rp475 miliar yang terdiri atas tiga Seri.
Sukuk mudharabah seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp36,06 miliar berjangka waktu 370 hari, seri B sebesar Rp42,85 miliar dengan tenor tiga tahun, dan seri C senilai Rp43,965 miliar berjangka waktu lima tahun.
Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dimana pembayaran Sukuk Mudharabah pertama dilakukan pada 11 Juni 2026.
Sedangkan Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah terakhir sekaligus tanggal pelunasan dana sukuk mudharabah dilakukan, masing-masing pada 27 Maret 2027 untuk Sukuk Mudharabah seri A, tanggal 11 Maret 2029 untuk Sukuk Mudharabah Seri B, dan tanggal 11 Maret 2031 untuk Sukuk Mudharabah Seri C.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- Kasus Dana Syariah Indonesia, OJK Ungkap Hasil Pemeriksaan Khusus dan Serahkan I...
- Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Negara Pekan Depan, Target Serap Dana Rp10 Triliun
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem