Bidik Kenaikan AUM Reksa Dana Ritel 15%, Begini Strategi Bahana TCW!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bahana TCW Invesment Management (Bahana TCW) menargetkan pertumbuhan dana keloaan atau asset under management (AUM) nasabah ritel sekitar 15% pada 2023. Hal itu disampaika...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bahana TCW Invesment Management (Bahana TCW) menargetkan pertumbuhan dana keloaan atau asset under management (AUM) nasabah ritel sekitar 15% pada 2023. Hal itu disampaikan oleh Danica Adhitama, Direktur Bahana TCW, dalam keterang resmi di Jakarta, Senin (17/7/2023).
Pada 2022, anak usaha IFG ini berhasil membukukan pertumbuhan AUM dari nasabah ritel sebesar 15,7% atau secara nominal mencapai Rp12,2 triliun. ย Total investor atau single investor identification (SID) Bahana TCW tercatat sebanyak 119.552. Kontribusi nasabah ritel terhadap total nasabah Perseroan mencapai 22%. Sedanhkan sisanya berasal dari korporasi.
Menurut Danica, target pertumbuhan di atas sejalan dengan masih tingginya minat investor ritel berinvestasi di berbagai produk reksa dana. Pesatnya perkembangan industri digital telah memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan industri reksa dana.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total investor reksa dana mencapai 9.604.269 SID hingga akhir 2022. Anak muda yang berusia dibawah 30 tahun mengambil porsi terbesar sebanyak 58,71%, diikuti investor yang berusia antara 31-40 tahun sebanyak 22,46% sedangkan sisanya berasal dari investor yang berusia lebih dari 40 tahun. Bila dilihat berdasarkan gender, kaum lelaki masih menguasai, dengan porsi 62,59%, sedangkan perempuan secara perlahan naik dengan porsi 37,4%.
Adapun selama periode 2020-2022, reksa dana ritel Bahana TCW menunjukkan pertumbuhan jumlah investor dan dana kelolaan yang pesat. โโUntuk dapat melayani investor lebih baik, kami mengembangkan fitur-fitur reksa dana yang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah ritel,โโ ujar Danica.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- Kasus Dana Syariah Indonesia, OJK Ungkap Hasil Pemeriksaan Khusus dan Serahkan I...
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas