Bidik Pendapatan US$13,857 Juta di 2026, Pelayaran Bina Buana (BBRM) Siap Tambah Armada
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menargetkan pendapatan sebesar US$13,857 juta pada 2026, naik 0,2% dibanding realisasi pendapatan tahun 2025 sebes...
Langkah pemerintah mengurangi ketergantungan atas impor energi dengan mendorong peningkatan produk migas nasional juga berpotensi menciptakan peluang bagi penyedia jasa penunjang offshore. Bagaimanapun, pertumbuhan investasi offshore dalam mendukung permintaan kapal akan meningkatkan tariff offshore vessel dikarenakan terbatasnya pasokan.
Sementara itu, Tren dekarbonisasi dan tuntutan keberlanjutan mendorong industri offshore untuk beralih ke penggunaan armada yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.
Perseroan telah menambah 1 kapal Penunjang Lepas Pantai yang akan di terima di bulan Juli 2026. Adapun Kapal Penunjang Lepas Pantai Offshore Support Vessel sangat mendukung operasi lepas pantai yang komprehensif mencakup pemindahan rig, penanganan jangkar, pengangkutan berbagai kebutuhan pengeboran di laut lepas. Seperti peralatan pengeboran, drilling string, batang bor, pipa, kebutuhan kru selama di lepas pantai, serta mendukung kendaraan operasi jarak jauh (ROV), instalasi wind farm lepas pantai, dan derek Pelabuhan
Di samping itu, BBRM juga memiliki Kapal Self Propelled Barge Self Propelled Barge Vessel. Perseroan menyewakan kapal kepada para pelanggan dengan sistem sewa pengangkutan (voyage charter). Perseroan juga menyediakan jasa pengangkutan untuk bahan tambang seperti batubara, granit dan pasir secara transshipment atau pengiriman melalui rute sungai dan pesisir pantai.
Hingga kuartal I 2026, BBRM mencatat pendapatan sebesar US$3.071 juta, turun 4,9% dari US$3,232 juta pada periode sama 2025. Pencapaian tersebut baru sekitar 2,67% dari target pendapata Perseroan pada tahun ini.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...