Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga, Ekonom Bilang: Ada Ruang Turun, Tapi...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17-18 Juni 2025. BI-Rate tetap berada di level 5,50%. Suku bunga Deposit Facility...
Jika situasi tersebut memanas hingga menyebabkan Iran menutup akses Selat Hormuz, maka harga minyak dunia bisa melonjak drastis. Hal itu akan memicu inflasi global yang tinggi. Negara-negara besar bisa kembali mengetatkan kebijakan moneternya.
โKebijakan moneter ketat di banyak negara itu harus diantisipasi oleh BI. Jadi saya memahami pertimbangan-pertimbangan BI untuk menahan suku bunga saat ini,โ katanya.
Meski demikian, Piter menilai ruang untuk menurunkan suku bunga sebenarnya masih ada. Namun, keputusan tersebut harus benar-benar mempertimbangkan prospek ke depan dan risiko global yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
โKalau ruangnya ada, diturunkan bisa. Tapi persoalannya adalah apakah itu akan menjadi kebijakan terbaik atau tidak, kalau seandainya perang pecah,โ jelas Piter.
Jika negara lain menaikkan suku bunga karena inflasi melonjak, sementara Indonesia justru menurunkannya, maka dampaknya bisa fatal bagi stabilitas ekonomi.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun