STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadwalkan pembayaran Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan 2026 mulai Rabu, 4 Maret hingga Jumat, 6 Maret 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp110 miliar.
Pembayaran dilakukan melalui saldo GoPay. Bonus ini diberikan kepada mitra driver Gojek roda dua dan roda empat.
Tahun ini, GoTo menyalurkan BHR kepada mitra yang menjadikan platform Gojek sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan. Perusahaan juga mempertimbangkan komitmen mitra dalam menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Pengumuman disampaikan pada Selasa, 3 Maret 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo, menegaskan BHR menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada para mitra.
“Kami bersyukur para Mitra terus mempercayakan Gojek dan GoTo sebagai tempat memperoleh pendapatan dan tumbuh bersama,” ujar Hans dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, “BHR kami salurkan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mitra dalam menjaga kualitas serta keandalan layanan kepada pelanggan dalam 12 bulan terakhir, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan perusahaan.”
Dari sisi anggaran, nilai BHR tahun ini melonjak lebih dari dua kali lipat. Pada 2025, alokasi sebesar Rp50 miliar. Tahun 2026 meningkat menjadi Rp110 miliar.
Untuk mitra roda dua, besaran BHR berkisar Rp150 ribu hingga Rp900 ribu. Sedangkan mitra roda empat menerima Rp200 ribu hingga Rp1,6 juta.
Khusus kategori nominal terendah, terjadi kenaikan 3–4 kali lipat. Pada 2025, nilai terendah Rp50 ribu. Tahun ini naik menjadi Rp150 ribu untuk roda dua dan Rp200 ribu untuk roda empat.
Manajemen GOTO menjelaskan, kriteria penerima BHR meliputi tingkat penggunaan platform sebagai sumber pendapatan, yang diukur dari jam online, serta kualitas pelayanan, yang dilihat dari tingkat penerimaan dan penyelesaian order.
Penerima BHR dibagi dalam tiga kelompok.
Pertama, Mitra Juara. Kategori ini untuk mitra dengan produktivitas tinggi dan kualitas layanan baik. Mitra Juara dibagi dalam enam kategori berdasarkan frekuensi menjadi Mitra Juara selama satu tahun terakhir, antara 1 hingga 12 kali.
Kedua, Mitra Andalan. Kategori ini untuk mitra dengan produktivitas sedang dan kualitas layanan baik. Mitra Andalan dibagi dalam tiga kategori berdasarkan frekuensi selama satu tahun terakhir, antara 1 hingga 12 kali.
Ketiga, Mitra Harapan. Kategori ini untuk mitra dengan produktivitas rendah atau tingkat penerimaan dan penyelesaian order yang cukup. Syaratnya, pernah menjadi Mitra Juara minimal satu kali dalam 12 bulan terakhir, atau pernah menjadi Mitra Andalan minimal satu kali dalam periode yang sama.
Hans menilai setiap mitra memiliki perjalanan berbeda.
“Kami memahami perjalanan setiap mitra berbeda, ada yang aktif penuh selama 12 bulan, ada pula yang sempat beristirahat karena kondisi kesehatan atau tanggung jawab keluarga,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Tahun ini kami merancang penyempurnaan kategori penerima BHR berdasarkan pemahaman terhadap dinamika dan tantangan di lapangan. Dengan pendekatan ini, BHR diharapkan dapat disalurkan secara lebih adil dan transparan.”
