Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hingga Akhir 2026

Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hingga Akhir 2026
Direksi PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC)
Bacakan Artikel

Ia juga menilai kenaikan suku bunga dan likuiditas perbankan yang masih ketat membuat masyarakat maupun pelaku usaha lebih berhati-hati mengambil keputusan pembiayaan.

Meski demikian, emiten dengan kode saham BBYB itu tetap optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan laba hingga akhir tahun.

"Kalau kita bisa jaga momentum ini dan mudah-mudahan kualitas tetap terjaga, mungkin pertumbuhan 7% bisa kita teruskan sampai akhir tahun," ujar Eri.

Berdasarkan laporan kinerja semester I 2026, BNC membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp294,85 miliar. Nilai tersebut naik 6,81% dibanding semester I 2025 sebesar Rp276,05 miliar. Perseroan juga mencatat total aset Rp17,45 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp12,30 triliun.

Menjawab pertanyaan mengenai saldo defisit, Eri mengatakan perseroan akan terus memperbaiki posisi tersebut melalui pertumbuhan laba secara organik.

"Kalau kita bisa terus dengan run rate yang saat ini, tahun 2027 mungkin kita bisa selesaikan itu."

Ia menambahkan, BNC belum dapat membagikan dividen selama saldo defisit masih tercatat di laporan keuangan.

"Kita tidak bisa bayar dividen selama masih ada saldo defisit juga."

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: