Bursa Asia Bergerak Variatif, Indeks Taiwan dan Malaysia Melaju Pesat
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (16/6/2026). Investor merespons kabar tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Ser...
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (16/6/2026). Investor merespons kabar tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen ini muncul setelah harga minyak dunia merosot tajam akibat meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip CNBC, Presiden Donald Trump mengumumkan AS dan Iran telah sepakat mengakhiri perang. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyebut kedua pihak menghentikan operasi militer di semua lini. Upacara penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung Jumat ini di Swiss.
Sentimen positif ini mendorong penguatan di sejumlah bursa utama. Indeks Taiwan melonjak 412,2 poin atau 0,91% ke level 45.809,19. Bursa Malaysia juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,1% ke posisi 1.709,99.
Di Singapura, indeks Straits Times (STI) menguat 0,78% menjadi 5.116,86. Sementara itu, indeks Nifty 50 di India naik 135,25 poin atau 0,57% ke level 23.989,15.
Namun, tidak semua bursa berakhir di zona hijau. Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,39% ke posisi 13.373,38. Bursa Shanghai di China melemah tipis 0,11% ke level 4.091,892. Penurunan terdalam dialami indeks SGX-CNBC China Growth yang merosot 1,7% ke posisi 1.620,953.
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...
- Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%