Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Pantau Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Dunia
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak variatif pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2026). Para investor mencermati kenaikan harga minyak dunia serta eskalasi konflik...
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak variatif pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2026). Para investor mencermati kenaikan harga minyak dunia serta eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Mengutip CNBC International, indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,45% ke posisi 25.834,02. Indeks Kospi Korea Selatan juga menguat 1,14% dan berakhir di level 5.549,85. Di sisi lain, indeks Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,13% menjadi 53.751,15.
Indeks CSI 300 China daratan ditutup stagnan pada posisi 4.671,56. S&P/ASX 200 Australia melemah 0,39% ke level 8.583,40. Pergerakan pasar terjadi saat harga minyak mentah AS sempat menembus angka USD 100 per barel.
Pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini tengah mempertimbangkan serangan militer ke Pulau Kharg. Wilayah tersebut merupakan pusat ekspor minyak vital milik Iran. "Harga minyak mentah AS tertahan di dekat USD 100 per barel seiring pemerintahan Trump mempertimbangkan serangan militer terhadap fasilitas ekspor minyak utama anggota OPEC, Iran, di Pulau Kharg," tulis laporan tersebut.
Lembaga keuangan Goldman Sachs memberikan peringatan terkait dampak ekonomi dari konflik ini. Lonjakan harga energi diprediksi bisa memangkas sekitar 0,3% dari PDB global tahun depan. Inflasi utama juga diperkirakan naik sekitar 0,5% hingga 0,6%.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro