back to top

Bursa Eropa Kompak Melemah, Investor Cerna Laporan Keuangan dan Aksi Korporasi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (4/11/2025) waktu setempat. Sentimen positif di awal pekan berbalik arah setelah investor mencerna sederet laporan keuangan dan aksi korporasi besar.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa ditutup turun sekitar 0,4% dengan sebagian besar sektor mencatat pelemahan. Di antara bursa utama, indeks DAX Jerman memimpin penurunan dengan koreksi sekitar 0,8% pada akhir sesi.

Kinerja ini berbanding terbalik dengan sesi perdagangan Senin, ketika saham-saham Eropa sempat menguat menyambut awal bulan baru menjelang pekan sibuk keputusan bank sentral dan rilis kinerja emiten besar.

Dari sisi obligasi, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah Inggris tenor 10 tahun turun 2 basis poin ke level 4,419%. Penurunan terjadi setelah Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menyampaikan dalam pidatonya bahwa pemerintah akan mengambil “pilihan-pilihan sulit” menjelang pengumuman anggaran pada 26 November mendatang.

Sementara itu, nilai tukar poundsterling Inggris melemah 0,7% terhadap dolar AS dan berada di kisaran US$1,31.

Dari sisi korporasi, saham Orsted turun sekitar 1,8% setelah raksasa energi terbarukan asal Denmark itu sepakat menjual 50% sahamnya di proyek ladang angin lepas pantai Hornsea 3 di Inggris kepada Apollo Global Management. Nilai transaksi mencapai US$6 miliar.

Di sisi lain, saham BP naik 1,3% setelah perusahaan minyak dan gas asal Inggris itu melaporkan laba bersih berbasis replacement cost sebesar US$2,21 miliar untuk kuartal III 2024. Angka ini melampaui ekspektasi analis.

Saham Philips juga menguat 3,3% usai perusahaan teknologi kesehatan asal Belanda itu melaporkan pendapatan grup sebesar 4,3 miliar euro atau sekitar US$5 miliar pada kuartal III. Pendapatan tersebut sedikit turun dibandingkan 4,34 miliar euro pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih Philips untuk periode tiga bulan tersebut mencapai 187 juta euro.

Sementara itu, saham Novo Nordisk berakhir stagnan. Perusahaan farmasi asal Denmark itu baru saja menaikkan tawaran akuisisi terhadap perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Metsera, dalam persaingannya dengan Pfizer.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Kembali Perkasa, Indeks Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Kompak Menguat, Saham NatWest Anjlok 9%Usai Akuisisi USD 3,7 Miliar

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak menguat pada...

Nikkei Cetak Sejarah Tembus 57.000, Kemenangan Sanae Takaichi Terbangkan Bursa Asia

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru