STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (16/3/2026) waktu setempat. Para investor berupaya memulihkan posisi di tengah kerusuhan yang terus berlangsung di Timur Tengah. Fokus pasar juga tertuju pada pergerakan harga minyak global yang masih tinggi.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,44% ke posisi 598,47. Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis menguat 0,31% ke level 7.935,97. FTSE MIB Italia naik tipis 0,07% ke posisi 44.347,56.
Indeks FTSE 100 Inggris meningkat 0,55% ke level 10.317,69. DAX Jerman tumbuh 0,50% ke posisi 23.564,01. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol naik 0,18% ke level 17.089,40.
Saham Commerzbank menjadi sorotan utama setelah melonjak 8,8%. Kenaikan ini dipicu kabar UniCredit meluncurkan penawaran untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di bank Jerman tersebut hingga di atas 30%. Langkah ini dinilai sebagai pembuka jalan bagi tawaran pengambilalihan penuh.
Penawaran dari pemberi pinjaman asal Italia tersebut diperkirakan memiliki premi sekitar 4% dari harga saham Commerzbank. Saham UniCredit sendiri terpantau naik 0,8%. Pergerakan ini memberikan sentimen positif bagi sektor perbankan Eropa.
Fokus utama pasar global tetap tertuju pada operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Harga minyak mentah AS sempat merangkak naik dan kembali menembus USD 100 per barel pada Minggu malam. Harga kemudian turun ke level USD 95 saat pembukaan pasar hari Senin.
Penurunan ini terjadi saat Gedung Putih mempertimbangkan serangan militer ke fasilitas ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg. Situasi ini membuat para pelaku pasar tetap waspada. Presiden Donald Trump juga memberikan sinyal tekanan diplomatik baru.
“Rencana perjalanan ke Tiongkok akhir bulan ini dapat ditunda seiring Washington berupaya menekan Beijing untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz,” ujar Trump dalam wawancaranya dengan Financial Times.
Selain konflik geopolitik, perhatian pasar tertuju pada pertemuan bank sentral pekan ini. Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of England (BoE) dijadwalkan mengadakan pertemuan kebijakan. Namun, konflik di Timur Tengah meredam ekspektasi adanya pergerakan suku bunga dalam waktu dekat.
