STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (29/8) waktu setempat. Investor mencermati laporan keuangan Nvidia dan perkembangan sejumlah emiten besar di kawasan tersebut.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang mencakup saham-saham utama di kawasan Eropa, turun 0,2% ke level 553,67 setelah sempat menguat di awal perdagangan. DAX Jerman terkoreksi 0,03% menjadi 24.039,92. FTSE 100 Inggris anjlok 0,42% ke 9.216,82. Sementara CAC 40 Prancis naik 0,24% ke 7.762,60, FTSE MIB Italia menguat 0,23% ke 42.447,10, dan IBEX 35 Spanyol melonjak 0,34% ke 15.071,40.
Saham Drax Group jatuh hingga 10% sebelum akhirnya ditutup melemah sekitar 8%. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan energi terbarukan asal Inggris itu mengumumkan sedang diselidiki oleh regulator keuangan Inggris.
Investigasi tersebut mencakup pernyataan Drax mengenai sumber biomassa antara Januari 2022 hingga Maret 2024. Penyelidikan juga menyoroti kepatuhan laporan tahunan 2021, 2022, dan 2023 terhadap aturan pencatatan, pengungkapan, dan transparansi.
Di Prancis, perusahaan minuman beralkohol Pernod Ricard mencatat penurunan penjualan 3% untuk tahun fiskal penuh. Pelemahan dipicu konsumsi di China yang lesu dan ketidakpastian tarif di Amerika Serikat. Namun saham Pernod Ricard justru naik 1,4% setelah manajemen menyampaikan ekspektasi penjualan lebih kuat di tahun fiskal berikutnya.
Dari sektor otomotif, Asosiasi Produsen Mobil Eropa (EAMA) melaporkan pendaftaran mobil baru di Uni Eropa naik 7,4% secara tahunan pada Juli. Lonjakan terbesar terjadi di kendaraan listrik berbasis baterai yang tumbuh 39,1%.
Produsen mobil listrik asal China, BYD, mencatat kenaikan registrasi baru 290,6% sepanjang Januari hingga Juli. Angka itu jauh di atas pencapaian produsen lain. Sebaliknya, Tesla justru turun 33,6% pada periode yang sama di Eropa, termasuk Inggris.
Dari sisi global, Nvidia melaporkan pendapatan kuartal kedua fiskal sebesar US$46,74 miliar, sedikit di atas ekspektasi pasar. Perusahaan memperkirakan penjualan kuartal ini masih tumbuh lebih dari 50% seiring tren kecerdasan buatan. Namun saham Nvidia melemah karena pendapatan pusat data tidak sesuai perkiraan dan muncul kekhawatiran soal prospek penjualan ke China.
