back to top

Bursa Saham Asia Bergerak Bervariasi, Investor Tunggu Hasil Negosiasi AS-China dan Keputusan Suku Bunga The Fed

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (29/7/2025) waktu setempat. Investor menanti hasil pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China yang masih berlangsung.

Mengutip CNBC International, pelaku pasar juga menunggu keputusan penting dari bank sentral AS, The Federal Reserve. Pertemuan Federal Reserve akan digelar Rabu waktu setempat. Banyak investor memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,79% dan ditutup di posisi 40.674,55. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,75% ke level 2.908,64.

Di Korea Selatan, indeks Kospi justru menguat 0,66% ke level 3.230,57. Kinerja positif ini menandakan optimisme investor di tengah ketidakpastian global.

Pasar saham Australia bergerak datar. Indeks S&P/ASX 200 hanya naik tipis 0,08% ke level 8.704,60.

Sementara itu, bursa saham di China berakhir campuran. Indeks utama Shanghai naik 0,33% ke posisi 3.609,71. Namun, indeks CSI 300 turun 0,39% ke angka 4.152,02.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,15% dan ditutup di level 25.524,45.

India mencatatkan penguatan yang cukup signifikan. Indeks Nifty 50 naik 0,57% ke posisi 24.821,10.

Kondisi pasar yang bergerak beragam ini mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap berbagai faktor eksternal. Ketidakpastian arah suku bunga The Fed dan perkembangan hubungan dagang AS-China masih menjadi penentu utama sentimen pasar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Kembali Perkasa, Indeks Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Kompak Menguat, Saham NatWest Anjlok 9%Usai Akuisisi USD 3,7 Miliar

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak menguat pada...

Nikkei Cetak Sejarah Tembus 57.000, Kemenangan Sanae Takaichi Terbangkan Bursa Asia

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru