Stockwatch.id Versi penuh
National

Bursa Saham Wall Street Masih Ditutup Bervariatif, Ini Sebabnya!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa Saham Wall Street berakhir variatif pada penutupan perdagangan Selasa (11/4/2023) waktu setempat. Beragamnya akhir transaksi ketiga indeks utama di Bursa Saham Amerika...

Oleh Daiz La Ode 12 Apr 2023 05:34 1 menit baca
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa Saham Wall Street berakhir variatif pada penutupan perdagangan Selasa (11/4/2023) waktu setempat. Beragamnya akhir transaksi ketiga indeks utama di Bursa Saham Amerika Serikat (AS) itu karena pernyataan Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee bahwa The Fed harus berhati-hati dalam meningkatkan suku bunga dalam mengendalikan inflasi. Perhatian para investor selanjutnya beralih pada data inflasi AS yang akan  dirilis pekan ini. Selasa kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup menguat 98,27 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 33.684,79. Indeks S&P 500 melemah hanya 0,17 poin menjadi 4.108,94.Adapun indeks komposit Nasdaq berakhir turun 52,48 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 12.031,88. DJIA ditutup pada teritori positif lantaran penguatan saham sektor industri, material, dan transportasi. Sedangkan indeks komposit Nasdaq melemah akibat merosotnya saham sektor teknologi. Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, sektor layanan komunikasi dan teknologi menjadi sektor-sektor yang paling melemah. Adapun sektor energi dan finansial paling menguat.
Topik terkait
Nasdaq Wall Street S & P 500 Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA)