back to top
Jumat, Januari 23, 2026
24 C
Jakarta

Bursa Saham Wall Street Masih Ditutup Bervariatif, Ini Sebabnya!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa Saham Wall Street berakhir variatif pada penutupan perdagangan Selasa (11/4/2023) waktu setempat. Beragamnya akhir transaksi ketiga indeks utama di Bursa Saham Amerika Serikat (AS) itu karena pernyataan Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee bahwa The Fed harus berhati-hati dalam meningkatkan suku bunga dalam mengendalikan inflasi. Perhatian para investor selanjutnya beralih pada data inflasi AS yang akan  dirilis pekan ini.

Selasa kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup menguat 98,27 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 33.684,79. Indeks S&P 500 melemah hanya 0,17 poin menjadi 4.108,94.Adapun indeks komposit Nasdaq berakhir turun 52,48 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 12.031,88.

DJIA ditutup pada teritori positif lantaran penguatan saham sektor industri, material, dan transportasi. Sedangkan indeks komposit Nasdaq melemah akibat merosotnya saham sektor teknologi.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, sektor layanan komunikasi dan teknologi menjadi sektor-sektor yang paling melemah. Adapun sektor energi dan finansial paling menguat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Indonesia – Swiss Perkuat EBT Melalui Peluncuran Renewable Energy Skills Development

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

IMF Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026, Puji Stabilitas Makroekonomi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dana Moneter Internasional (IMF) menilai perekonomian...

Astra Agro Lestari (AALI) Akui Bayar Denda Rp571 Miliar kepada Satgas PKH

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru