STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif sebagai salah satu kebijakan prioritas pada 2026. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dalam kebijakan prioritas kedua ini, OJK mendorong deregulasi guna menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif di sektor jasa keuangan. Upaya tersebut dilakukan melalui persyaratan perizinan yang lebih akomodatif serta simplifikasi proses perizinan.
OJK juga memperkuat kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendampingan pembiayaan diarahkan lebih terstruktur melalui kewajiban penyusunan rencana bisnis.
Selain itu, OJK secara aktif mendukung program prioritas pemerintah. Hingga Desember 2025, pembiayaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah disalurkan sebesar Rp149 triliun. Dana tersebut menjadi pembiayaan awal pembangunan 80 ribu KDKMP di seluruh Indonesia.
Dukungan juga diberikan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembiayaan ekosistem MBG telah disalurkan kepada 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nilai Rp1,02 triliun.
Di sektor kesehatan, OJK memperkuat sistem kesehatan nasional melalui sinergi dengan Kementerian Kesehatan dan pemangku kepentingan terkait. Penguatan difokuskan pada pengembangan ekosistem asuransi kesehatan.
Untuk mendukung agenda hilirisasi, OJK mengembangkan ekosistem bulion. Transaksi kegiatan usaha bulion tercatat mencapai 16.870 kilogram emas dengan nilai Rp48 triliun. OJK juga mendorong pengembangan instrumen berbasis emas, seperti ETF emas dan tokenisasi emas.
OJK turut menetapkan kebijakan perlakuan khusus bagi debitur terdampak bencana. Relaksasi kredit atau pembiayaan diberikan selama tiga tahun sejak ditetapkan pada 10 Desember 2025.
“Pengembangan ekosistem keuangan diarahkan agar lebih berdampak langsung ke perekonomian,” ujar Friderica.
