Demi Peremajaan Kapal, Anak Usaha TCPI Jual Satu Unit Kapal Tongkang
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Energy Transporter Indonesia (ETI), anak perusahaan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) telah menjual satu unit kapal jenis tongkang bernama “ETI 801” senilai Rp6 miliar pada...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Energy Transporter Indonesia (ETI), anak perusahaan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) telah menjual satu unit kapal jenis tongkang bernama “ETI 801” senilai Rp6 miliar pada 10 Oktober 2024.
Menurut Erizal Darwis, Direktur TCPI dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Senin (14/10/2024), penjualan kapal tersebut dalam rangka peremajaan kapal-kapal milik ETI.
“Kondisi kapal Tongkang ini sudah kurang komersial untuk dioperasikan oleh Perseroan. Jadi, kami berharap dengan penjualan kapal tersebut, kegiatan operasional ETI menjadi lebih baik ke depan,” tulis Erizal dalam laporannya.
Erizal mengemukakan, dampak hukum atas penjualan kapal “ETI 801” adalah beralihnya hak milik dan kepemilikan kapal tersebut dari ETI kepada pembeli. Namun, penjualan kapal ini tidak berdampak signifikan terhadap keuangan ETI. Bahkan, kelangsungan usaha ETI pun tetap terjaga dan terjamin dengan baik.
Sekedar informasi, PT Energy Transporter Indonesia (ETI) merupakan anak perusahaan Transcoal Pacific (TCPI) yang bergerak di bidang transportasi batu bara yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. PT ETI bergerak khusus di bidang transportasi batu bara di lingkup domestik untuk PLTU di Jawa. (konrad)
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%