Didukung Kinerja Gemilang, Saham Dharma Polimetal Direkomendasi ``Beli``
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), perusahaan sektor otomotif direkomendasikan ``beli`` dengan target harga Rp1.900 per unit. Terget tersebut 21,02% di atas harga penutupa...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), perusahaan sektor otomotif direkomendasikan ``beli`` dengan target harga Rp1.900 per unit. Terget tersebut 21,02% di atas harga penutupan saham DRMA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/7), sebesar Rp1.570 per unit.
Harga saham DRMA di BEI, hingga pukul 14.37 WIB, Jumat (28/7), terpantau di level Rp1.545, turun Rp25 (1,59%), dari harga penutupan Rp1.570 per unit, Kamis (27/7), namun telah meningkat 168,38%, jika dibandingkan harga penutupan 30 Desember 2022 di posisi Rp585 per unit.
Pebe Peresia, analis pasar modal Samuel Sekuritas Indonesia, mengemukakan dalam laporan riset terbaru, dikutip Jumat (28/7), pihaknya mempertahankan rekomendasi BUY untuk DRMA. Target harga Rp1.900 per saham merefleksikan 12,3x PE FY24F.
Rekomendasi โBUYโ saham DRMA juga didukung oleh kinerja, bahkan melebihi ekspektasi sepanjang semester I 2023. DRMA mampu mencatatkan kinerja memuaskan sepanjang tahun berjalan 2023. โLaba bersih DRMA meningkat 140,8% menjadi Rp346 miliar per Juni 2023, melebihi ekspektasi kami sebesar 63,2%,โ katanya.
Pendapatan DRMA tumbuh 72,3% menjadi Rp2,7 triliun per Juni 2023. โPencapaian pendapatan ini, di atas perkiraan kami. Peningkatkan pendapatan DRMA didorong oleh pertumbuhan semua segmen bisnisnya," ungkap Pebe.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%