Dipicu Hal Ini, Uang Beredar Melesat 8,3% hingga Tembus Rp8.525,5 Triliun pada Desember 2022
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bank Indonesia (BI) mencatat, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mengalami pertumbuhan positif pada Desember 2022. Hal itu disampaikan oleh Erwin...
Bacakan Artikel
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bank Indonesia (BI) mencatat, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mengalami pertumbuhan positif pada Desember 2022. Hal itu disampaikan oleh Erwin Haryono, Direktur Eksekutif BI, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/1/2023).
Menurut Erwin, posisi M2 pada Desember 2022 tercatat sebesar Rp8.525,5 triliun, ย tumbuh sekitar 8,3% secara tahunan (year on year/yoy). Lonjakan tersebut antara lain didorong oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit[ (M1) sebesar 9,5% (yoy) serta uang kuasi sebesar 6,8% (yoy).
โKomponen giro rupiah tercatat tumbuh 17,9% (yoy). Dana float uang elektronik pada Desember 2022 tercatat sebesar Rp10 triliun dengan pangsa sebesar 0,2% terhadap M1,โ ujar Erwin.
Adapun posisi tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu dengan pangsa 46,0% terhadap MI, tercatat sebesar Rp2.225,8 triliun. Sementara itu, uang kartal yang beredar di masyarakat pada Desember 2022 mencapai Rp897,8 triliun, naik sekitar 8% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.
Erwin menambahkan, uang kuasi yang memiliki pangsa pasar sebesar 43% dari M2 tercatat mencapai Rp3.666,3 triliun pada akhir Desember tahun lalu. Angka ini mengalami pertumbuhan 6,8%. Perkembangan uang kuasi ini terutama disebabkan oleh kenaikan simpanan berjangka sebesar 1,9% pada Desember 2022. Selain itu, BI juga mencatat terjadinya peningkatan pada tabungan lainnya sebanyak 13,1% yoy.
โSementara itu, giro valas tumbuh sebesar 29% yoy. Komponen surat berharga selain saham dengan pangsa pasar 0,3% terhadap M2 tumbuh 8,3% yoy,โ jelas Erwin.
Perkembangan M2 pada Desember 2022, lanjut Erwin, terutama dipengaruhi oleh perkembangan aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit. Aktiva luar negeri bersih tercatat tumbuh positif sebesar 4,9% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode sebelumnya sebesar 1,0% (yoy). Sementara itu, penyaluran kredit pada Desember 2022 naik 11,0% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan 10,9% bulan sebelumnya. Ini seiring dengan perkembangan kredit produktif dan konsumtif.
Baca Juga
- IHSG Pagi Ini Hijau, Sebanyak 294 Emiten Menguat, Ada AMMN, TPIA dan DEWA
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- IHSG Waspada Koreksi, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini
- PALM Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo pada September 2026
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar
- Tumbuh 12%, Penjualan Mobil Grup Astra (ASII) Capai 261.440 Unit hingga Juli 202...
- Profil Destry Damayanti, Kandidat Tunggal Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
- Penjualan Eceran Juli 2026 Diproyeksi Tumbuh 0,9%, BI Ungkap Pendorongnya
- IHSG Pagi Ini Hijau, Sebanyak 294 Emiten Menguat, Ada AMMN, TPIA dan DEWA
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Usai Terbang Tinggi, BEI Akhirnya Cabut Suspensi Saham Ini Mulai Sesi Pertama
- Harga Minyak Global Lanjutkan Tren Penguatan, Selat Hormuz Masih Terkunci Syarat...
- Wall Street Memerah, Saham Teknologi Rontok Saat Ketegangan Selat Hormuz Meningk...
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar