Dolar AS Melonjak! Capai Puncak Tertinggi dalam 2,5 Bulan di Tengah Ketegangan Pemilu
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Harga dolar AS mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan hari Selasa (22/10/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (23/10/2024) WIB. Dolar AS mencapai level tertinggi da...
Di sisi lain, poundsterling melemah 0,03% menjadi US$1,298. Ketegangan menjelang pemilihan presiden AS juga memengaruhi pergerakan mata uang ini. Pasar semakin memperkirakan kemungkinan kemenangan Donald Trump, yang diperkirakan akan menerapkan kebijakan inflasi melalui tarif.
“Dengan meningkatnya peluang Trump untuk menang, pasar mulai memprediksi inflasi yang lebih tinggi di AS, karena agenda kebijakan intinya cenderung lebih inflasi dibandingkan agenda Kamala Harris,” tambah Wizman.
Euro juga mengalami penurunan, dengan nilai tukar turun 0,12% menjadi US$1,0802. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyatakan bahwa inflasi di zona euro sedang menurun dan bisa kembali ke level 2% lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Dolar juga menguat terhadap yen Jepang, naik 0,08% menjadi 150,95, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi 151,10, yang merupakan level tertinggi sejak 31 Juli. Direktur Eksekutif Bank of Japan, Takeshi Kato, menyatakan bahwa mereka memperhatikan risiko dari harga impor yang meningkat seiring melemahnya yen.
Jepang juga akan menggelar pemilihan umum pada 27 Oktober. Beberapa jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa koalisi yang berkuasa kemungkinan kehilangan mayoritas di parlemen. Jika ini terjadi, Perdana Menteri Shigeru Ishiba bisa kehilangan jabatannya, atau Partai Demokrat Liberal (LDP) perlu mencari mitra koalisi tambahan untuk tetap berkuasa. Situasi ini menambah kekhawatiran bahwa Bank of Japan akan kesulitan saat berusaha mengurangi stimulus moneter setelah bertahun-tahun.
- 1
- 2
- Suspensi Dicabut, Saham ASMI Kembali Diperdagangkan di BEI
- Kinerja KPIG Semester I 2026 Melesat, Pendapatan Naik 15,5% Ditopang Bisnis Hosp...
- Pendapatan dan Laba BHIT Kompak Turun di Semester I 2026, Ini Penyebabnya
- IHSG Dibuka Naik 0,25% ke Level 6.251,710, Saham AMMN Melonjak 3,90%
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...
- Kinerja KPIG Semester I 2026 Melesat, Pendapatan Naik 15,5% Ditopang Bisnis Hosp...
- Pendapatan dan Laba BHIT Kompak Turun di Semester I 2026, Ini Penyebabnya
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...
- Suspensi Dicabut, Saham ASMI Kembali Diperdagangkan di BEI
- IHSG Dibuka Naik 0,25% ke Level 6.251,710, Saham AMMN Melonjak 3,90%
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-...