Dolar AS Tertekan Isu Tarif, Euro Melonjak ke Level Tertinggi dalam 4 Bulan
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS anjlok terhadap sebagian besar mata uang utama pada penutupan perdagangan Rabu (5/3/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (6/3/2025) WIB. Investor khawatir tarif b...
Kekhawatiran pasar semakin besar setelah Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan rencananya untuk menerapkan tarif timbal balik pada April mendatang. Tarif 25% untuk impor dari Meksiko dan Kanada mulai berlaku Selasa lalu, sementara bea masuk barang China naik dua kali lipat menjadi 20%.
Sebagai respons, China dan Kanada langsung mengambil langkah balasan. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga mengancam akan membalas, meski belum memberikan rincian lebih lanjut.
Namun, pada Rabu, Gedung Putih melunak dan mengumumkan pengecualian sementara bagi produsen mobil dari Kanada dan Meksiko. Mereka diberi waktu satu bulan untuk mematuhi ketentuan perjanjian perdagangan bebas yang ada sebelum tarif 25% diberlakukan.
Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang melambat. Laporan ADP National Employment Report menunjukkan hanya 77.000 pekerjaan baru yang tercipta bulan lalu, jauh di bawah perkiraan ekonom yang memperkirakan 140.000 pekerjaan.
Di sisi lain, sektor jasa AS justru mengalami ekspansi. Indeks Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan angka 53,5, naik dari 52,8 pada Januari.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro