Dow Pecahkan Rekor, Tapi Saham Teknologi Bikin S&P dan Nasdaq Terpuruk!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) - Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan hari Senin, 26 Agustus 2024 waktu setempat. Di tengah kenaikan tajam yang membawa Dow Jones Industrial Average ke reko...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) - Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan hari Senin, 26 Agustus 2024 waktu setempat. Di tengah kenaikan tajam yang membawa Dow Jones Industrial Average ke rekor tertinggi, saham-saham teknologi justru menyeret turun indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite.
Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS, berhasil naik 65,44 poin atau 0,16% menjadi 41.240,52. Meskipun sempat melonjak lebih dari 200 poin di awal perdagangan, Dow akhirnya turun dari level tertingginya. Sementara itu, Indeks S&P 500 (SPX) justru turun 17,77 poin atau 0,32% menjadi 5.616,84. Hal senada terjadi pada Indeks Nasdaq Composite (IXIC), jatuh 152,03 poin atau 0,85% menyentuh 17.725,76.
Para investor mulai menarik diri dari saham teknologi dan mengalihkan fokusnya ke sektor lain. Di S&P 500, sektor energi mencatatkan kenaikan lebih dari 1%, sedangkan sektor teknologi melemah 1%. Saham Nvidia turun 2,3% menjelang laporan pendapatannya yang dinantikan pada Rabu sore. Laporan ini dipandang sangat penting bagi pasar, terutama dengan antusiasme terhadap teknologi AI yang selama ini mendorong pasar saham. Saham-saham chip lainnya seperti Broadcom dan Micron juga mengalami penurunan.
Analis dari Baird, Ross Mayfield, menyatakan bahwa ada kekhawatiran yang berkembang di sektor teknologi menjelang laporan pendapatan Nvidia. "Pasar sebenarnya dalam kondisi yang cukup sehat, tetapi sulit untuk mencetak kenaikan besar jika teknologi menjadi beban โ sektor ini terlalu besar dalam indeks โ dan saat ini, teknologi justru menjadi beban," kata Mayfield.
Pada awal Agustus, pasar berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran akan kemungkinan resesi dan pembalikan perdagangan hedge fund yang terkait dengan yen Jepang. Hal ini sempat menjatuhkan saham-saham dari level tertingginya. Pada 5 Agustus, S&P 500 anjlok 3%, mencatatkan penurunan satu hari terbesar sejak 2022. Dow juga mengalami penurunan terbesar dalam dua tahun, terjun lebih dari 1.000 poin.
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...
- Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street