Duel Intelijen Israel-AS di Selat Hormuz Gagal Redam Kekhawatiran, Tiga Indeks Utama Wall Street Rontok

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis sore (19/3/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (20/3/2026) WIB. Penurunan ini meru...

Duel Intelijen Israel-AS di Selat Hormuz Gagal Redam Kekhawatiran, Tiga Indeks Utama Wall Street Rontok
Bacakan Artikel

Konflik memanas usai Iran menyerang fasilitas ekspor gas alam cair (LNG) di Qatar pada Rabu lalu. Serangan tersebut merupakan balasan atas gempuran Israel ke ladang gas South Pars di Iran. Presiden Donald Trump memperingatkan AS akan menghancurkan seluruh ladang gas South Pars jika fasilitas di Qatar terus diserang.

Adam Crisafulli dari Vital Knowledge memberikan analisanya terkait kebuntuan di jalur pelayaran strategis tersebut. Ia menilai penyelesaian diplomatik menjadi faktor kunci saat ini.

โ€œDilema inti dari seluruh situasi ini tetap sama: AS dan Israel telah 'memenangkan' perang dalam arti konvensional, tetapi tampaknya tidak ada solusi militer untuk membuka kembali Hormuz tanpa pengerahan pasukan darat, yang berarti jalur air tersebut kemungkinan tidak akan kembali normal tanpa semacam penyelesaian diplomatik (dan saat ini tampaknya tidak banyak upaya yang dilakukan untuk mencapainya),โ€ ujar Crisafulli.

Para pemimpin Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang telah mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka menyatakan kesiapan untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz. Saat ini, lalu lintas di selat tersebut sebagian besar masih terhenti total.

Peter Boockvar, Chief Investment Officer di One Point BFG Wealth Partners, menilai ekspektasi investor mulai berubah. Awalnya pasar meyakini konflik ini hanya akan berlangsung singkat.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: